BorneoFlash.com, SAMARINDA – Rencana pembangunan jembatan penghubung antara Kota Balikpapan dan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) saat ini masih menunggu tindak lanjut dari pemerintah pusat.
Proyek tersebut hingga kini masih dalam proses kajian ulang, khususnya terkait desain teknis.
Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, menjelaskan bahwa tanggung jawab pembangunan infrastruktur ini berada di bawah kewenangan pemerintah pusat.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur, ujar dia, telah menyampaikan usulan serta menyerahkan dokumen perencanaan teknis atau Detail Engineering Design (DED) kepada kementerian terkait.
Namun dalam prosesnya, ditemukan kendala teknis pada desain awal yang disusun.
Salah satu aspek krusial adalah ketinggian jembatan yang dinilai tidak memadai untuk dilalui kapal berukuran besar.
“Kami sudah menyerahkan desain awal, namun memang ada beberapa aspek teknis yang perlu disesuaikan, terutama soal ketinggian jembatan yang belum memungkinkan kapal-kapal besar untuk melintas,”jelasnya pada Jumat (11/7/2025).
Karena itu, Pemerintah Provinsi meminta pemerintah pusat melakukan peninjauan ulang terhadap desain yang ada.
Hingga kini, belum ada kepastian mengenai tipe jembatan yang akan dibangun, termasuk kemungkinan menggunakan sistem jembatan buka-tutup seperti yang diterapkan di beberapa negara lain.
Lebih lanjut, Wagub Seno mengatakan bahwa meski Jembatan Pulau Balang telah menjadi alternatif penghubung antara Balikpapan dan PPU, namun masyarakat masih banyak yang bergantung pada moda transportasi laut seperti kapal klotok, speedboat, dan kapal feri.
“Kami tentu berharap ada jembatan baru yang bisa langsung menghubungkan Balikpapan ke PPU. Memang ada Jembatan Pulau Balang, tetapi untuk wilayah tertentu, akses darat masih belum optimal,”tuturnya.
Ia juga menekankan bahwa keberadaan Jembatan Pulau Balang belum sepenuhnya menjawab kebutuhan konektivitas di kawasan Buluminung.
Karena itu, opsi pembangunan jembatan baru di Teluk Balikpapan tetap dipandang sebagai langkah strategis.
Wagub Seno menambahkan, hingga kini belum ada pembahasan lebih lanjut antara pemerintah pusat dan daerah terkait kelanjutan proyek tersebut.
Pemerintah provinsi masih menunggu kepastian desain baru serta komitmen bersama untuk merealisasikan pembangunan jembatan itu.
“Kami masih menunggu keputusan final dari pemerintah pusat, apakah desain akan diubah dan seperti apa bentuk jembatan nantinya. Semua masih dalam tahap diskusi,”pungkasnya. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar