BorneoFlash.com, SAMARINDA – Kondisi lingkungan usai banjir di sejumlah wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) mulai menjadi perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim.
Meningkatnya aktivitas hewan pengerat di kawasan permukiman dinilai berpotensi memicu penyebaran penyakit, termasuk Hantavirus.
Walau sampai sekarang belum ditemukan kasus Hantavirus di Kalimantan Timur, Dinkes meminta pemerintah kabupaten dan kota meningkatkan kewaspadaan sejak dini.
Langkah tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut arahan pemerintah pusat terkait kesiapsiagaan terhadap penyakit berbasis lingkungan.
Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin, mengatakan pihaknya telah menginstruksikan seluruh daerah agar memperhatikan potensi penyebaran penyakit pascabanjir, terutama yang berkaitan dengan keberadaan tikus di lingkungan warga.
“Memang belum ada laporan kasus di Kalimantan Timur. Namun, kami telah meminta seluruh kabupaten dan kota untuk meningkatkan kewaspadaan sebagai langkah antisipasi,” ujarnya, Sabtu (16/5/2026).
Menurutnya, banjir sering kali menyebabkan perpindahan hewan pengerat ke area permukiman sehingga risiko kontaminasi lingkungan menjadi lebih besar. Karena itu, masyarakat diminta tidak mengabaikan kebersihan lingkungan rumah.
“Setelah banjir, aktivitas tikus biasanya meningkat. Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena masyarakat tidak selalu mengetahui apakah lingkungannya telah terpapar kontaminasi atau belum,” katanya.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar