Pemprov Kaltim

Pemprov Kaltim Dorong Koperasi Merah Putih, Harapkan Skema Pembiayaan Lebih Fleksibel

lihat foto
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa

BorneoFlash.com, SAMARINDA – Upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) dalam memperkuat ekonomi berbasis desa terus berlanjut melalui program strategis bertajuk Koperasi Merah Putih.

Program ini ditujukan untuk menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat desa secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, menegaskan hal tersebut usai menghadiri pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-10 Tim Penggerak PKK yang berlangsung di Plenary Hall Sempaja, Samarinda, pada Selasa (8/7/2025).

Menurutnya, koperasi-koperasi yang tersebar di Kaltim saat ini telah mengantongi legalitas resmi.

Namun, pelaksanaan operasional secara menyeluruh masih menunggu arahan dari pemerintah pusat.

“Kami optimistis, program Koperasi Merah Putih akan berjalan optimal di 841 desa yang ada,”tutur Wagub Seno.

Ia menjelaskan, program ini memiliki potensi besar karena menyasar langsung kebutuhan ekonomi warga desa.

Pemerintah provinsi pun berkomitmen mengawal pelaksanaan program ini sesuai dengan ketentuan dan petunjuk dari kementerian terkait, termasuk dalam hal pembiayaan.


Menanggapi aspirasi salah satu perwakilan desa di Kutai Kartanegara terkait pencairan dana sebesar Rp3 miliar, Wagub Seno menyampaikan bahwa pemerintah daerah saat ini sedang menjajaki peluang pembiayaan yang lebih ringan dari sektor perbankan, baik dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) maupun Bank Pembangunan Daerah (BPD).

“Kami berharap skema pembiayaan dari bank, baik nasional maupun daerah, dapat memberikan kemudahan bagi desa untuk mengakses modal,”ucapnya.

Ia juga menambahkan, dalam waktu dekat akan digelar pertemuan untuk merumuskan teknis pencairan dana yang dimaksud.

Proses ini diharapkan memberikan kejelasan bagi desa-desa yang telah siap menjalankan koperasi.

“Pertemuan akan dilakukan pada tanggal 19, dan di akhir Juli kami berharap sudah ada keputusan serta mekanisme yang dapat dijalankan,”jelasnya.

Komitmen kuat pemerintah daerah terhadap Koperasi Merah Putih menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi desa di Kalimantan Timur.

Dengan dukungan penuh berbagai pihak, diharapkan akan lahir pusat-pusat kegiatan ekonomi baru yang berbasis pada kekuatan masyarakat lokal. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar