Tips Kesehatan

Tips Dokter: Begini Cara Efektif Bakar Lemak Tubuh

zoom-inlihat foto
Ilustrasi. Pola hidup sehat. Foto: pexels
Ilustrasi. Pola hidup sehat. Foto: pexels
BorneoFlash.com

, KESEHATAN – Olahraga kardio memang terbukti ampuh membakar lemak, tetapi dokter menyarankan agar kita memahami dua faktor penting untuk meningkatkan efektivitasnya dalam menurunkan berat badan.

Banyak orang memilih antara lari dan jalan cepat (brisk walk) untuk membakar lemak, namun perdebatan soal mana yang lebih efektif terus berlangsung.

Dr. Yohannes Toban Layuk Allo, Dokter Spesialis Orthopedi dan Traumatologi dari Eka Hospital Bekasi, menegaskan bahwa kita tidak bisa menentukan efektivitas hanya dengan membandingkan jenis olahraga.

Menurutnya, efektivitas latihan bergantung pada pemahaman tentang zona denyut jantung (heart rate) dan tujuan olahraga masing-masing individu.

“Lari memang melatih kapasitas jantung, tetapi jika tujuannya menurunkan berat badan, maka yang terpenting adalah mencapai zona pembakaran lemak yang tepat,” kata Yohannes pada Senin (26/5).

Ia menjelaskan bahwa tubuh membakar lemak paling efektif ketika berada di zona dua denyut jantung, yaitu saat tubuh terasa panas tapi belum memasuki intensitas tinggi.

Sebagai contoh, seseorang berusia 40 tahun memiliki zona pembakaran lemak sekitar 120 bpm (beats per minute).

Dalam kondisi tersebut, jalan cepat sudah cukup untuk mencapai zona itu. Sebaliknya, jika orang tersebut berlari kencang, denyut jantungnya justru melewati zona pembakaran lemak dan masuk ke sistem metabolisme lain yang tidak optimal untuk membakar lemak.

“Kalau jalan cepat membuat heart rate naik ke 120 bpm, itu sudah ideal. Tapi kalau langsung lari kencang, tubuh malah melewati zona pembakaran lemak, dan tujuan menurunkan berat badan tidak tercapai,” jelasnya.

Selain mempertimbangkan efektivitas pembakaran lemak, Dr. Yohannes juga mengingatkan pentingnya menjaga beban pada sendi, terutama bagi mereka yang memiliki berat badan berlebih.

Ia menjelaskan bahwa semakin besar berat badan seseorang, semakin besar pula tekanan yang diterima sendi.

“Berat badan yang besar meningkatkan tekanan pada lutut dan pergelangan kaki. Jadi sambil menurunkan berat badan, pelan-pelan kita bisa meningkatkan kecepatan olahraga,” tambahnya.

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar