Pemprov Kaltim

Kaltim Perkuat Standar Syariat dan Higienitas Kurban, Pendekatan Langsung Jadi Strategi Baru

lihat foto
Kepala DPKH Kaltim, Fahmi Himawan. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
Kepala DPKH Kaltim, Fahmi Himawan. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
Fahmi juga menyoroti pentingnya mengurangi stres pada hewan, salah satu faktor yang sering luput dari perhatian masyarakat.

“Hewan yang stres sebelum disembelih akan menghasilkan daging dengan kualitas rendah. Penempatan yang salah, tali pengikat yang terlalu kencang, atau bahkan hewan melihat proses penyembelihan lainnya, harus dihindari,”jelasnya.

Tak hanya fokus pada pelaksanaan, DPKH juga memperkuat kemitraan lokal dalam rantai kurban, mendorong kolaborasi antara masjid dan peternak daerah seperti PDKT (Perusahaan Daerah Kalimantan Timur).

Upaya ini dinilai penting dalam membangun ekosistem kurban yang berkelanjutan dan memberi manfaat ekonomi bagi warga lokal.

“Infrastruktur alat bantu kurban sudah kami distribusikan, tapi itu baru permulaan. Kami ingin pengelolaan kurban menjadi lebih profesional dan berpihak pada peternak daerah,”kata Fahmi.

Strategi pendekatan langsung ke lapangan juga disebut lebih efektif dibandingkan metode sosialisasi lama yang terpusat di ruang pertemuan atau hotel.

Tahun sebelumnya, DPKH bahkan sempat membekali juru sembelih halal (juleha) dengan alat pelindung diri sebagai bagian dari peningkatan standar pelaksanaan.

Dengan segala langkah ini, DPKH Kaltim berharap masyarakat tidak hanya menunaikan ibadah kurban dengan sah secara agama, namun juga menghadirkan manfaat kesehatan dan ketenangan batin saat mengonsumsi daging yang telah diproses secara benar. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar