BorneoFlash.com, SAMARINDA – Menjelang Iduladha 1446 Hijriah, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) mengambil langkah berbeda untuk memastikan praktik kurban berlangsung sesuai nilai agama dan standar kesehatan.
Transformasi pendekatan pun dilakukan, dari yang sebelumnya bersifat teoritis dalam ruangan, menjadi edukasi langsung di lokasi pelaksanaan.
Kepala DPKH Kaltim, Fahmi Himawan, menegaskan bahwa perbaikan kualitas pelaksanaan kurban bukan hanya menyangkut teknis penyembelihan, melainkan mencakup kepatuhan terhadap syariat Islam serta kelayakan konsumsi daging kurban.
Menurutnya, pelaksanaan kurban yang asal-asalan berisiko mencederai dua aspek krusial tersebut.
“Kesalahan dalam memperlakukan hewan sebelum disembelih bisa berdampak pada kualitas daging. Kita ingin masyarakat mengonsumsi daging yang bukan hanya halal, tapi juga aman dan sehat,”ujarnya.
DPKH Kaltim kini aktif menyasar masjid-masjid dan panitia kurban di berbagai daerah seperti Samarinda, Bontang, dan Paser.
Tim teknis diterjunkan untuk memberi pembekalan langsung—mulai dari penanganan hewan sebelum disembelih, teknik pemotongan sesuai syariat, hingga pemisahan area kerja agar terjaga kebersihannya.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar