Pemprov Kaltim

Kaltim Mantapkan Ekonomi Desa Lewat Peluncuran dan Dialog Koperasi Merah Putih

lihat foto
Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji,saat memaparkan progress koperasi merah putih di Kaltim. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji,saat memaparkan progress koperasi merah putih di Kaltim. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa

BorneoFlash.com, SAMARINDA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) terus menunjukkan komitmennya dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat desa dan kelurahan melalui percepatan pembentukan Koperasi Merah Putih.

Langkah strategis ini ditegaskan dalam agenda Peluncuran dan Dialog Percepatan Musyawarah Desa/Kelurahan Khusus Pembentukan Koperasi Merah Putih, yang menjadi pijakan awal menuju operasionalisasi koperasi di seluruh wilayah Kaltim.

Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, mengungkapkan bahwa hingga saat ini progres musyawarah desa dan kelurahan sudah mencapai sekitar 50 persen.

Ia optimistis seluruh proses musyawarah akan rampung pada akhir Mei.

“Kita sudah sepakat bersama bupati dan walikota, tanggal 28 seluruh musyawarah desa dan kelurahan akan selesai,”ujarnya.

Tahap musyawarah merupakan fondasi awal pembentukan koperasi, sebelum dilanjutkan pada proses legalisasi melalui notaris dan pendaftaran resmi ke Kementerian Hukum dan HAM.

Setelah memperoleh pengesahan dari Administrasi Hukum Umum (AHU), koperasi-koperasi ini akan diajukan ke Kementerian Koperasi dan UKM untuk pengesahan akhir.

Seno Aji juga menegaskan bahwa pembentukan koperasi ini tidak hanya soal administrasi, tapi juga kesiapan sumber daya manusia.

Para pengurus koperasi akan dibekali pelatihan perkooperasian dan dibantu menjalin kerja sama dengan perbankan nasional agar mendapat akses pembiayaan yang inklusif.

“Kita ingin koperasi ini bukan hanya aktif di atas kertas, tapi benar-benar bisa jadi tulang punggung ekonomi masyarakat desa,”katanya.


Berdasarkan data per 23 Mei 2025, beberapa daerah menunjukkan kemajuan yang signifikan. Kota Bontang telah menyelesaikan seluruh musyawarah di 15 kelurahannya.

Samarinda menuntaskan musyawarah di 51 dari 59 kelurahan, sementara Balikpapan menyelesaikan 27 dari 34.

Di tingkat kabupaten, Paser, PPU, dan Berau juga mencatat progres, meski beberapa wilayah seperti Mahakam Ulu, Kutai Timur, dan Kutai Kartanegara masih berada di tahap awal.

Secara total, tingkat sosialisasi program pembentukan koperasi telah mencapai 93,4 persen.

Sementara itu, musyawarah baru terealisasi 33,1 persen, proses notarisasi 19,9 persen, dan pengurusan AHU baru 0,6 persen.

Angka ini menjadi indikator penting bahwa tahapan lanjutan membutuhkan dorongan ekstra agar target nasional dapat tercapai.

Jika semua berjalan sesuai rencana, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meluncurkan koperasi desa ini pada 12 Juli 2025.

Selanjutnya, koperasi-koperasi tersebut ditargetkan mulai beroperasi penuh pada 28 Oktober 2025.

Dengan peluncuran dan dialog yang menjadi tonggak awal, Kalimantan Timur berharap koperasi Merah Putih benar-benar hadir sebagai motor penggerak ekonomi lokal—bukan hanya wadah formalitas, tapi instrumen nyata bagi kesejahteraan masyarakat di akar rumput. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar