Pada saat Musrembang Kaltim yang berlangsung pada tanggal 20 April 2022, Ia berharap agar pihak Pemkot Balikpapan bersama jajarannya menjadikan penanganan banjir menjadi skala prioritas utama.
"Saya berharap saat Musrembang nanti, pemkot Balikpapan meminta ke pemprov untuk penanganan lebih serius," tegas Dapil Balikpapan.
Sebagai anggota DPRD provinsi dapil Balikpapan hampir setiap saat meninjau lokasi banjir, seperti halnya saat memperbaiki saluran drainase yang berada di MT Haryono.
"Setiap saat kita monitoring maupun sidak tapi persoalan banjir di Balikpapan komperhensif, tidak sesederhana yang kita pikirkan. Kita harus berbicara hulu dan hilirnya, kemudian kegiatan lain yang juga harus kita pikirkan," ungkap Politisi Partai Hanura.
Banjir yang terjadi di Balikpapan pada tanggal 16 Maret 2022 bersamaan dengan air pasang sehingga banyak persoalan yang dibahas, salah satunya menyelesaikan normalisasi sedimentasi yang sudah sangat parah yakni di daerah sungai ampal dan sungai klandasan dan rencana Pemkot Balikpapan untuk pengadaan pompa.
"Saya rasa itu harus direalisasikan. Ketika banjir bersamaan dengan air pasang yang dilakukan pompanisasi," tutupnya.
(BorneoFlash.com/Niken)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar