DPRD Provinsi Kaltim

Pemprov Kaltim Prioritaskan Balikpapan Dalam Penanggulangan Banjir 

lihat foto
Anggota DPRD Kalimantan Timur,  Muhammad Adam. Foto: BorneoFlash.com/Niken.
Anggota DPRD Kalimantan Timur,  Muhammad Adam. Foto: BorneoFlash.com/Niken.

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) lebih fokus menganggarkan penanggulangan bencana banjir untuk Kota Balikpapan.

"Kita sudah sampaikan waktu rapat bersama PUPR, terutama ketika kita rapat Badan Anggaran, untuk pemerintah provinsi lebih fokus menganggarkan Balikpapan dalam hal penanganan banjir," jelas Anggota DPRD Kaltim Muhammad Adam saat kunjungan kerja di Gedung DPRD Kota Balikpapan, Kamis (7/4/2022).

Berdasarkan kejadian kasus banjir besar yang terjadi di Kota Balikpapan beberapa waktu lalu, Gubernur Kaltim H Isran Noor menyatakan agar penanganan banjir di Kota Balikpapan dilakukan lebih serius.

"Belum tahu keseriusan Gubernur dalam bentuk apa, kita ingin dalam bentuk ada alokasi anggaran, kalau memang tidak bisa bantuan keuangan, bisa dialokasikan melalui belanja langsung," ujarnya.

Pembahasan penyusunan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Provinsi Kaltim pada tahun 2023 akan segera dibahas setelah Musrembang Kaltim.

" Kalau APBD 2023 belum dibahas, nunggu musrembang, karena untuk tahun ini sudah dibahas pada 2021 kemarin," paparnya.


Pada saat Musrembang Kaltim yang berlangsung pada tanggal 20 April 2022, Ia berharap agar pihak Pemkot Balikpapan bersama jajarannya menjadikan penanganan banjir menjadi skala prioritas utama.

"Saya berharap saat Musrembang nanti, pemkot Balikpapan meminta ke pemprov untuk penanganan lebih serius," tegas Dapil Balikpapan.

Sebagai anggota DPRD provinsi dapil Balikpapan hampir setiap saat meninjau lokasi banjir, seperti halnya saat memperbaiki saluran drainase yang berada di MT Haryono.

"Setiap saat kita monitoring maupun sidak tapi persoalan banjir di Balikpapan komperhensif, tidak sesederhana yang kita pikirkan. Kita harus berbicara hulu dan hilirnya, kemudian kegiatan lain yang juga harus kita pikirkan," ungkap Politisi Partai Hanura.

Banjir yang terjadi di Balikpapan pada tanggal 16 Maret 2022 bersamaan dengan air pasang sehingga banyak persoalan yang dibahas, salah satunya menyelesaikan normalisasi sedimentasi yang sudah sangat parah yakni di daerah sungai ampal dan sungai klandasan dan rencana Pemkot Balikpapan untuk pengadaan pompa.

"Saya rasa itu harus direalisasikan. Ketika banjir bersamaan dengan air pasang yang dilakukan pompanisasi," tutupnya.

(BorneoFlash.com/Niken)
Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar