Pemerintah pusat lewat Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Komdigi mencoba memperhatikan dan mencari solusi atas kondisi internet pulau terluar ini.
Mereka terus memetakan skala prioritas agar pelayanan dasar masyarakat tidak tumbang oleh industri pariwisata. Negara berkomitmen mendahulukan fasilitas publik esensial daripada sekadar kebutuhan hiburan di media sosial.
"Kami tetap pada prioritas kerja yang sudah ditetapkan, yakni mendukung pelayanan pemerintahan, pendidikan, kesehatan, dan aktivitas ekonomi masyarakat," tegas Direktur Utama BAKTI Komdigi, Fadhilah Mathar.
Pihak BAKTI juga terus mendorong operator seluler swasta untuk masuk dan memperluas kapasitas jaringan komersial di Maratua.
Langkah kolaborasi ini menjadi kunci agar para turis tetap bisa membagikan keindahan pulau, sementara roda pemerintahan desa bisa melesat tanpa hambatan.
Sinyal yang merata pada akhirnya akan memastikan bahwa kemajuan teknologi membawa berkah bagi semua pihak.

Meski begitu, Fadhilah tetap mengupayakan evaluasi dan rencana tindak lanjut atas usulan dari pemerintah setempat. Karena ini juga terkait upaya peningkatan ekonomi lokal melalui kunjungan wisatawan. Mengingat pulau ini menjadi tujuan favorit dengan keindahan alam bawah lautnya.
“Kami paham sekali operator swasta punya hitungan bisnis. Kalau tidak untung yang gak bakalan mau masuk. Makanya pemerintah yang masuk. Semua usulan akan kami tampung dan pertimbangkan,” pungkasnya. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar