BorneoFlash.com, BERAU - Digitalisasi kini memang telah mengubah total wajah pelayanan publik di Pulau Maratua, yang masuk wilayah administratif Kabupaten Berau ini. Pemerintah 4 kampung yang ada tidak lagi menggunakan tumpukan kertas untuk mengurus data warga.
Mereka mengirimkan laporan bulanan, mengelola anggaran, hingga memperbarui data kependudukan secara daring. Sayangnya, ketergantungan pada ruang digital ini melahirkan kecemasan baru saat kualitas sinyal mulai naik turun.
Masalah utama muncul ketika arus pelancong mulai memadati destinasi wisata premium ini. Ratusan gawai milik wisatawan berburu sinyal yang sama dengan gawai milik petugas pelayanan publik.
Beban jaringan yang melonjak drastis ini langsung mencekik kecepatan internet lokal hingga ke titik terendah. Akibatnya, urusan administrasi warga dan aktivitas belajar anak sekolah sering kali harus mengalah.
"Proses unggah data administrasi sering membutuhkan waktu lebih lama ketika kualitas internet menurun," ujar Sekretaris Kampung Payung-Payung, Rino, pada Kamis (11/6/2026).
Keluhan serupa juga menggema dari pusat pemerintahan kecamatan yang letaknya tidak berjauhan. Kedatangan pelancong domestik maupun mancanegara yang membawa berkah ekonomi ternyata menyisakan tantangan infrastruktur yang nyata.
Lonjakan pengguna ini secara otomatis menurunkan kualitas koneksi dan memperlambat seluruh sendi aktivitas publik berbasis digital.
"Arus kunjungan wisatawan yang tinggi turut meningkatkan penggunaan jaringan internet," kata Sekretaris Kecamatan Maratua, Armin Mashuri.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar