SPPG Panjaitan diketahui melayani beberapa sekolah di wilayah Tenggarong, dengan ribuan paket makanan yang diproduksi dan disalurkan setiap harinya kepada siswa penerima manfaat program.
Menurutnya, seluruh proses operasional berjalan sesuai alur yang telah ditetapkan sejak awal, mulai dari produksi hingga distribusi ke sekolah-sekolah penerima manfaat.
Selain itu, program MBG di Kukar juga melibatkan berbagai pihak lokal dalam penyediaan bahan pangan, termasuk pelaku UMKM, supplier daerah, hingga kelompok tani yang turut menopang kebutuhan dapur.
Sementara itu, terkait isu adanya bantuan fasilitas kendaraan operasional seperti motor listrik yang sempat beredar, pihak pengelola menyatakan tidak mengetahui hal tersebut.
“Untuk SPPG saya tidak ada motor listrik dan saya juga tidak mengetahui informasi terkait hal tersebut,” beber Idamsyah.
Hingga saat ini, pelaksanaan program MBG di Kukar tetap berjalan stabil tanpa adanya perubahan kebijakan di tingkat pelaksana daerah, meskipun isu di tingkat nasional masih menjadi perhatian publik. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar