Selain itu, bantuan digitalisasi pendidikan tahun 2025 juga digelontorkan dalam jumlah signifikan, meliputi 423 unit papan interaktif (interactive display), 423 unit laptop, 423 unit hardisk eksternal, dengan total 1.261 unit perangkat penunjang pembelajaran berbasis teknologi.
Rahmad menyebut dukungan ini menjadi bagian penting dalam percepatan transformasi pembelajaran digital di Balikpapan.
Pemkot Balikpapan juga menjalankan program seragam gratis bagi siswa PAUD, SD, dan SMP. Untuk jenjang SD dan SMP, setiap siswa menerima tiga setel seragam, yakni seragam nasional, pramuka, dan batik.
Dalam periode 2022–2026, Pemkot juga membangun 6 unit SMP baru, 1 unit SD baru, 1 unit PAUD baru serta merealisasikan sekitar 497 paket revitalisasi atau rehabilitasi sekolah.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan pemerataan dan kemudahan akses pendidikan di seluruh wilayah kota. Saat ini, terdapat 10 sekolah di Balikpapan yang mendapatkan program revitalisasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Namun, Rahmad Mas’ud berharap jumlah tersebut dapat meningkat signifikan pada tahun mendatang. “Kita berharap tahun depan melalui Pak Menteri, mudah-mudahan bisa bertambah lagi, minimal 50 sekolah,” ujarnya.

Menurutnya, dukungan pemerintah pusat sangat penting agar percepatan pembangunan pendidikan tidak hanya bertumpu pada APBD kota, tetapi juga diperkuat melalui intervensi kementerian. “Itu yang kami harapkan, tadi sudah bicara dengan Pak Menteri juga,” tambahnya.
Rahmad optimistis, melalui sinergi yang semakin erat antara pemerintah pusat dan daerah, percepatan digitalisasi pembelajaran serta pemenuhan sarana dan prasarana sekolah dapat terwujud, sehingga standar pendidikan di Balikpapan benar-benar naik kelas dan mampu bersaing di tingkat nasional bahkan global. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar