BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus memperkuat fondasi pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui sektor pendidikan.
Komitmen itu ditegaskan langsung Wali Kota Balikpapan, H. Rahmad Mas’ud, saat menyambut kunjungan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Prof. Dr. Abdul Mu’ti, pada peresmian dan penyerahan program revitalisasi satuan pendidikan untuk Kota Balikpapan, Kota Samarinda, dan Kabupaten Penajam Paser Utara, di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC)/DOME, pada Jumat (6/6/2026).
“Atas nama masyarakat dan Pemerintah Kota Balikpapan, saya ucapkan selamat datang di Kota Balikpapan kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah,” ujar Rahmad Mas’ud.
Ia menilai kehadiran Mendikdasmen menjadi kehormatan sekaligus motivasi besar bagi daerah dalam mempercepat transformasi pendidikan. Menurutnya, pendidikan adalah fondasi utama untuk mencetak SDM unggul dan berdaya saing.
Salah satu terobosan utama Balikpapan adalah penerapan Program Wajib Belajar 13 Tahun, termasuk satu tahun pendidikan pra-SD yang diatur melalui Peraturan Wali Kota Nomor 24 Tahun 2025. Kebijakan ini memastikan seluruh anak di Balikpapan mendapatkan akses pendidikan sejak pra sekolah hingga jenjang menengah.
“Ini langkah nyata kami memastikan tidak ada anak yang putus sekolah,” tegas Rahmad.

Pemkot juga menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat berupa bantuan Rp100 juta untuk mendukung pelaksanaan wajib belajar satu tahun pra sekolah di Balikpapan.
Upaya pemerataan akses pendidikan juga diperkuat melalui kolaborasi dengan sekolah swasta dalam sistem Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang inklusif. Atas langkah tersebut, Balikpapan baru saja menerima penghargaan nasional atas sinergi dan kolaborasi dalam pemerataan akses pendidikan.
Kerja sama dengan sekolah swasta ini telah berjalan sejak 2025 dan akan terus dilanjutkan pada 2026. Dari sisi infrastruktur, Balikpapan mendapat dukungan revitalisasi gedung satuan pendidikan tahun 2025–2026 sebanyak 10 paket.
Selain itu, bantuan digitalisasi pendidikan tahun 2025 juga digelontorkan dalam jumlah signifikan, meliputi 423 unit papan interaktif (interactive display), 423 unit laptop, 423 unit hardisk eksternal, dengan total 1.261 unit perangkat penunjang pembelajaran berbasis teknologi.
Rahmad menyebut dukungan ini menjadi bagian penting dalam percepatan transformasi pembelajaran digital di Balikpapan.
Pemkot Balikpapan juga menjalankan program seragam gratis bagi siswa PAUD, SD, dan SMP. Untuk jenjang SD dan SMP, setiap siswa menerima tiga setel seragam, yakni seragam nasional, pramuka, dan batik.
Dalam periode 2022–2026, Pemkot juga membangun 6 unit SMP baru, 1 unit SD baru, 1 unit PAUD baru serta merealisasikan sekitar 497 paket revitalisasi atau rehabilitasi sekolah.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan pemerataan dan kemudahan akses pendidikan di seluruh wilayah kota. Saat ini, terdapat 10 sekolah di Balikpapan yang mendapatkan program revitalisasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Namun, Rahmad Mas’ud berharap jumlah tersebut dapat meningkat signifikan pada tahun mendatang. “Kita berharap tahun depan melalui Pak Menteri, mudah-mudahan bisa bertambah lagi, minimal 50 sekolah,” ujarnya.

Menurutnya, dukungan pemerintah pusat sangat penting agar percepatan pembangunan pendidikan tidak hanya bertumpu pada APBD kota, tetapi juga diperkuat melalui intervensi kementerian. “Itu yang kami harapkan, tadi sudah bicara dengan Pak Menteri juga,” tambahnya.
Rahmad optimistis, melalui sinergi yang semakin erat antara pemerintah pusat dan daerah, percepatan digitalisasi pembelajaran serta pemenuhan sarana dan prasarana sekolah dapat terwujud, sehingga standar pendidikan di Balikpapan benar-benar naik kelas dan mampu bersaing di tingkat nasional bahkan global. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar