BorneoFlash.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menargetkan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) rampung dalam tujuh minggu untuk mempercepat penanganan sampah nasional.
Ia menegaskan Presiden Prabowo Subianto memerintahkan percepatan tersebut. Pemerintah pusat siap mengambil alih proyek jika target tidak tercapai.
Zulkifli Hasan menyampaikan hal itu saat menyaksikan penandatanganan kerja sama PSEL di Bekasi, Bogor Raya, dan Denpasar. Pemerintah mendorong proyek ini sebagai solusi penanganan sampah sekaligus mempercepat transisi energi bersih.
Ia mengakui proyek PSEL berjalan lambat. Selama 11 tahun, pemerintah hanya merealisasikan dua proyek.
Pemerintah memangkas target penyelesaian dari enam bulan menjadi tujuh minggu melalui koordinasi lintas kementerian dan dukungan pemerintah daerah.
Pemerintah mempercepat pembangunan di 12 lokasi tambahan dan menargetkan pembangunan PSEL di 32 kawasan aglomerasi. Namun, proyek ini baru mampu menangani sekitar 24 - 25 persen sampah nasional.
Pemerintah membuka peluang penggunaan teknologi waste to energy di berbagai daerah serta mendorong pengelolaan sampah dari sumbernya, seperti pasar, sekolah, dan perkantoran.
Secara nasional, proyek PSEL memiliki kapasitas pengolahan sekitar 14,4 juta ton sampah per tahun atau setara 22,5 persen dari total sampah nasional. Pemerintah akan mengolah sisanya melalui metode lain seperti RDF dan kompos.
Sejumlah proyek di berbagai daerah telah lolos verifikasi dan siap memasuki tahap lelang. Pemerintah menargetkan proyek tahap awal mulai beroperasi pada 2027 dan menyelesaikan seluruh proyek pada Mei 2028. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar