Berita Nasional

Zulhas Targetkan Proyek PSEL Rampung 7 Minggu, Pemerintah Siap Ambil Alih

lihat foto
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memberi keterangan kepada awak media usai menyaksikan penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) antara tiga pemerintah daerah dengan Badan Usaha Pengembangan dan Pengelola (BUPP) Pengelolaan Sampah Menjadi
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memberi keterangan kepada awak media usai menyaksikan penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) antara tiga pemerintah daerah dengan Badan Usaha Pengembangan dan Pengelola (BUPP) Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan Jakarta, Selasa (21/4/2026). FOTO : ANTARA/Harianto

BorneoFlash.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menargetkan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) rampung dalam tujuh minggu untuk mempercepat penanganan sampah nasional.

Ia menegaskan  Presiden Prabowo Subianto memerintahkan percepatan tersebut. Pemerintah pusat siap mengambil alih proyek jika target tidak tercapai.

Zulkifli Hasan menyampaikan hal itu saat menyaksikan penandatanganan kerja sama PSEL di Bekasi, Bogor Raya, dan Denpasar. Pemerintah mendorong proyek ini sebagai solusi penanganan sampah sekaligus mempercepat transisi energi bersih.

Ia mengakui proyek PSEL berjalan lambat. Selama 11 tahun, pemerintah hanya merealisasikan dua proyek.

Pemerintah memangkas target penyelesaian dari enam bulan menjadi tujuh minggu melalui koordinasi lintas kementerian dan dukungan pemerintah daerah.

Pemerintah mempercepat pembangunan di 12 lokasi tambahan dan menargetkan pembangunan PSEL di 32 kawasan aglomerasi. Namun, proyek ini baru mampu menangani sekitar 24 - 25 persen sampah nasional.

Pemerintah membuka peluang penggunaan teknologi waste to energy di berbagai daerah serta mendorong pengelolaan sampah dari sumbernya, seperti pasar, sekolah, dan perkantoran.

Secara nasional, proyek PSEL memiliki kapasitas pengolahan sekitar 14,4 juta ton sampah per tahun atau setara 22,5 persen dari total sampah nasional. Pemerintah akan mengolah sisanya melalui metode lain seperti RDF dan kompos.

Sejumlah proyek di berbagai daerah telah lolos verifikasi dan siap memasuki tahap lelang. Pemerintah menargetkan proyek tahap awal mulai beroperasi pada 2027 dan menyelesaikan seluruh proyek pada Mei 2028. (*

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar