Program yang dimaksud antara lain pemberian makanan tambahan bagi balita, perbaikan sanitasi lingkungan, hingga dukungan terhadap layanan kesehatan seperti imunisasi.
“Penggunaannya harus jelas, diarahkan ke program yang benar-benar menyentuh penurunan stunting, bukan untuk hal lain,” katanya.
Selain itu, Ubayya menilai transparansi capaian antar kelurahan juga penting sebagai bentuk kontrol publik. Salah satu bentuknya bisa melalui publikasi wilayah dengan capaian terbaik hingga terendah.
“Kalau diumumkan secara terbuka, itu bisa menjadi motivasi sekaligus evaluasi. Ada dorongan moral bagi wilayah yang masih tertinggal,” tuturnya.
Ia menambahkan, jika setelah diberikan kesempatan tidak ada perubahan signifikan, maka perlu ada langkah pembinaan lebih lanjut, termasuk evaluasi terhadap kinerja aparatur di tingkat kelurahan.
“Kalau tidak ada progres, tentu harus dievaluasi. Artinya ada yang perlu diperbaiki dari sisi kinerja maupun langkah yang diambil,” pungkasnya. (*/Adv)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar