Berita Nasional Terkini

Program MBG Serap 1,28 Juta Tenaga Kerja dan Gerakkan Ekonomi Nasional

lihat foto
Suasana kegiatan sosialisasi modul untuk pelaksanaan program MBG yang dilaksanakan BGN di Sentani, Kamis (21/5/2026). FOTO: ANTARA/Ardiles Leloltery.
Suasana kegiatan sosialisasi modul untuk pelaksanaan program MBG yang dilaksanakan BGN di Sentani, Kamis (21/5/2026). FOTO: ANTARA/Ardiles Leloltery.

BorneoFlash.com, JAKARTA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus memperkuat ekonomi nasional dengan menyerap 1,28 juta tenaga kerja di seluruh Indonesia.

Badan Gizi Nasional (BGN) dalam statistik terbaru yang dirilis Jumat (22/5/2026) menyebut Program MBG telah melibatkan jutaan pekerja di 29.225 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Pemerintah menjalankan program tersebut untuk menyiapkan makanan bergizi bagi 62,45 juta penerima manfaat yang terdiri atas peserta didik, balita, ibu hamil, ibu menyusui, dan santri.

Badan Komunikasi Pemerintah RI di Jakarta, Sabtu, menyatakan data tersebut sejalan dengan pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto saat menyampaikan pidato dalam Sidang Paripurna DPR RI ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026, Rabu (20/5/2026).

“Dari MBG saja kita sudah membuka 1,2 juta lapangan kerja baru di dapur-dapur. Kami juga memastikan pasar dan penyerapan hasil produksi petani, peternak, serta nelayan tetap terjamin,” ujar Presiden Prabowo.

Program MBG tidak hanya membuka lapangan kerja, tetapi juga menggerakkan pelaku usaha lokal melalui rantai pasok bahan pangan dan distribusi makanan bergizi.

BGN mencatat hingga 22 Mei 2026 sebanyak 142.387 pemasok ikut mendukung Program MBG. Dari jumlah tersebut, 59.921 pemasok berasal dari pelaku UMKM, 13.306 koperasi, 690 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), 1.410 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dan 157 Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma).

Sebanyak 66.903 pemasok lainnya berasal dari berbagai sektor penyedia bahan pangan dan jasa pendukung program.

BGN menegaskan Program MBG mampu menggerakkan ekonomi rakyat dari hulu hingga hilir karena program tersebut menciptakan permintaan bahan pangan dalam jumlah besar secara berkelanjutan.

Setiap SPPG membutuhkan sekitar 200 kilogram beras per hari atau setara 4,8 ton per bulan untuk memenuhi 3.000 porsi MBG.

Selain itu, setiap SPPG memerlukan sekitar 2.800 ekor ayam per bulan dengan asumsi menu ayam disajikan dua kali setiap pekan.

BGN juga mencatat setiap SPPG membutuhkan sekitar 450 liter susu per hari untuk memenuhi 3.000 porsi makanan bergizi, dengan masing-masing penerima mendapatkan 150 mililiter susu dalam setiap sajian. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar