BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Di tengah keterbatasan pembangunan sekolah negeri baru, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan memilih langkah strategis, menggandeng sekolah swasta untuk memastikan tidak ada anak yang kehilangan akses pendidikan. Kebijakan ini pun berbuah apresiasi dari pemerintah pusat.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan, Irfan Taufik, menjelaskan bahwa kerja sama dengan SMP swasta menjadi solusi realistis atas kekurangan daya tampung sekolah negeri.
“Dengan satu kali kerja sama, kita bisa menggandeng 15 SMP. Itu sama artinya seperti membangun 15 sekolah negeri sekaligus. Kalau membangun sekolah negeri, paling banyak satu sekolah per tahun,” ujarnya, pada Selasa (9/6/2026).
Menurut Irfan, seluruh komponen pendidikan di sekolah swasta sudah tersedia mulai dari gedung, guru, hingga sistem pembelajaran. Hal ini membuat pemerintah tidak perlu lagi menyiapkan infrastruktur baru maupun merekrut tenaga pendidik tambahan.
Setiap tahun, jumlah lulusan SD/MI di Balikpapan mencapai sekitar 13.000 siswa. Sementara itu, 28 SMP negeri yang ada hanya mampu menampung sekitar 8.500 siswa. Artinya, ada sekitar 4.000 hingga 5.000 siswa yang harus melanjutkan pendidikan ke sekolah swasta.
Melalui program kerja sama ini, 15 sekolah swasta digandeng untuk menampung siswa kurang mampu. Seluruh biaya pendidikan ditanggung pemerintah, sehingga siswa dapat bersekolah secara gratis (Rp0).
Fasilitas yang ditanggung meliputi uang pangkal; biaya SPP bulanan dan seragam sekolah.
Dalam proses pendaftaran, siswa diberikan opsi memilih sekolah swasta mitra. Jika tidak lolos di SMP negeri, sistem secara otomatis mengalihkan ke sekolah swasta yang telah bekerja sama tanpa biaya tambahan.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar