Karena itu, ia menilai diperlukan peran aktif seluruh pemangku kepentingan di daerah, termasuk guru dan asosiasi sekolah swasta, untuk menyampaikan kondisi nyata yang terjadi di lapangan.
“Kalau kita hanya bergerak di atas tanpa dorongan dari bawah, perjuangan ini akan sulit. Karena itu kami minta teman-teman di sekolah swasta juga aktif melalui asosiasi yang ada,” jelasnya.
Lebih lanjut, Herkes menyebut DPRD Bontang tengah mendorong pembahasan lanjutan bersama berbagai pihak terkait guna mencari solusi yang adil bagi sekolah negeri maupun swasta.
Ia berharap seluruh pihak dapat mengesampingkan ego sektoral dan mulai membangun kesamaan visi dalam pengelolaan pendidikan di Kota Bontang.
Menurutnya, pemerintah pusat sendiri telah menegaskan tidak ada lagi dikotomi antara sekolah negeri dan swasta, termasuk dalam pemberian dukungan program maupun insentif pendidikan.
“Semua harus dipandang setara. Baik negeri maupun swasta sama-sama mendapat dukungan. Jadi mari kita berpikir bersama untuk keberlangsungan pendidikan di Bontang,” tutupnya. (*/Adv)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar