Bank Indonesia Balikpapan

BI Balikpapan Gandeng Media Bangun Optimisme Kaltim di Tengah Tekanan Ekonomi

lihat foto
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi, dalam kegiatan capacity building bertajuk Tinta BI 2026 yang digelar di Platinum Hotel Surabaya bersama puluhan wartawan, pada Rabu (20/5/2026). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi, dalam kegiatan capacity building bertajuk Tinta BI 2026 yang digelar di Platinum Hotel Surabaya bersama puluhan wartawan, pada Rabu (20/5/2026). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

BorneoFlash.com, SURABAYA - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Balikpapan mengajak insan media memperkuat sinergi dan membangun optimisme bagi Kalimantan Timur (Kaltim) di tengah tekanan ekonomi global dan nasional yang masih berlangsung.

Ajakan itu disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi, dalam kegiatan capacity building bertajuk Tinta BI 2026 yang digelar di Surabaya bersama puluhan wartawan dari berbagai daerah di Kaltim.

Menurut Robi, media memiliki peran penting dalam menjaga suasana positif di daerah, terutama ketika kondisi ekonomi sedang menghadapi berbagai tantangan.

“Kita punya tugas membawa aura positif untuk Kalimantan Timur. Di tengah suasana seperti ini, media dan kami punya tanggung jawab moral untuk menghadirkan optimisme,” ujar Robi ketika menyambut peserta Capacity Building  yang digelar di Platinum Hotel Surabaya bersama puluhan wartawan, pada Rabu (20/5/2026)

Ia mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang peningkatan kapasitas jurnalistik, tetapi juga momentum mempererat relasi antara Bank Indonesia dan media.

“Refreshing dan healing itu penting, tapi tetap produktif. Kami juga berterima kasih karena teman-teman sudah banyak menulis mengenai Bank Indonesia dan memberikan informasi yang baik kepada masyarakat,” katanya.

Robi menyinggung sejumlah tantangan ekonomi yang saat ini dihadapi daerah dan nasional, mulai dari menurunnya Transfer ke Daerah (TKD) hingga penguatan dolar AS yang berdampak pada pasar keuangan domestik.

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar