Dalam hasil pemeriksaan, seorang pria bernama Edi disebut memperoleh pesan dari salah satu DPO mengenai rencana aksi yang akan dilakukan pada keesokan hari. Informasi tersebut kemudian disampaikan kembali kepada rekan-rekannya saat berkumpul pada malam sebelum kejadian.
“Di dalam BAP diterangkan bahwa Edi menyampaikan kepada rekan-rekannya mengenai adanya pesan yang diterimanya terkait rencana aksi pada hari berikutnya. Informasi tersebut kemudian dibahas kembali saat mereka berkumpul,” ujarnya.
Selain itu, penyidik juga tengah menelusuri dugaan adanya arahan tertentu dalam komunikasi tersebut. Polisi masih mendalami sejauh mana hubungan dan keterlibatan masing-masing pihak, termasuk relasi komunikasi antara sosok yang disebut Jenlap dengan salah satu DPO lainnya.
“Saya sendiri cukup terkejut karena komunikasi tersebut ternyata tidak dilakukan secara langsung kepada pelaku utama, melainkan melalui perantara,” ungkap Agus.
Saat ini, aparat kepolisian memastikan proses pengejaran terhadap ketiga buronan masih terus dilakukan.
Polresta Samarinda juga meminta para DPO untuk segera menyerahkan diri serta mengimbau masyarakat agar turut memberikan informasi apabila mengetahui keberadaan para buronan tersebut. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar