BorneoFlash.com, SAMARINDA — Kepolisian Resor Kota (Polresta) Samarinda hingga kini masih terus melakukan pengejaran terhadap tiga orang yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) terkait kasus pelemparan bom molotov yang sempat menggemparkan warga Kota Tepian.
Ketiga terduga pelaku tersebut belum berhasil diamankan dan proses pengembangan perkara masih berlangsung.
Penyidik Satreskrim Polresta Samarinda saat ini terus mendalami berbagai keterangan, mulai dari hasil pemeriksaan saksi, berita acara pemeriksaan (BAP), hingga fakta-fakta yang terungkap di persidangan. Langkah itu dilakukan guna mengurai keterlibatan masing-masing pihak dalam kasus tersebut.
Kasat Reskrim Polresta Samarinda, AKP Agus Setiawan, menegaskan bahwa jumlah DPO dalam perkara itu sebanyak tiga orang. Ia meluruskan informasi yang sebelumnya menyebut hanya ada dua buronan.
“Ketiga nama tersebut telah muncul dalam fakta persidangan dan proses hukumnya juga terus berjalan. Oleh karena itu, jumlah DPO dalam kasus ini ada tiga orang yang saat ini masih dalam pencarian,” katanya, pada Rabu (20/5/2026).
Agus menjelaskan, nama seseorang yang disebut sebagai Jenlap muncul berdasarkan hasil pemeriksaan penyidik serta keterangan sejumlah saksi di persidangan. Informasi itu berkaitan dengan komunikasi melalui aplikasi WhatsApp yang diterima salah satu buronan sebelum aksi berlangsung.
Dalam hasil pemeriksaan, seorang pria bernama Edi disebut memperoleh pesan dari salah satu DPO mengenai rencana aksi yang akan dilakukan pada keesokan hari. Informasi tersebut kemudian disampaikan kembali kepada rekan-rekannya saat berkumpul pada malam sebelum kejadian.
“Di dalam BAP diterangkan bahwa Edi menyampaikan kepada rekan-rekannya mengenai adanya pesan yang diterimanya terkait rencana aksi pada hari berikutnya. Informasi tersebut kemudian dibahas kembali saat mereka berkumpul,” ujarnya.
Selain itu, penyidik juga tengah menelusuri dugaan adanya arahan tertentu dalam komunikasi tersebut. Polisi masih mendalami sejauh mana hubungan dan keterlibatan masing-masing pihak, termasuk relasi komunikasi antara sosok yang disebut Jenlap dengan salah satu DPO lainnya.
“Saya sendiri cukup terkejut karena komunikasi tersebut ternyata tidak dilakukan secara langsung kepada pelaku utama, melainkan melalui perantara,” ungkap Agus.
Saat ini, aparat kepolisian memastikan proses pengejaran terhadap ketiga buronan masih terus dilakukan.
Polresta Samarinda juga meminta para DPO untuk segera menyerahkan diri serta mengimbau masyarakat agar turut memberikan informasi apabila mengetahui keberadaan para buronan tersebut. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar