Pemkot Samarinda

Cuaca Samarinda Berubah-ubah, BPBD Siaga Hadapi Risiko Karhutla dan Banjir

lihat foto
Plt Kepala BPBD Kota Samarinda, Suwarso. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
Plt Kepala BPBD Kota Samarinda, Suwarso. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa

Suwarso menilai keberadaan relawan kebencanaan selama ini memiliki peran penting, terutama dalam memberikan informasi awal dan membantu pemadaman di lapangan.

“Relawan memiliki kontribusi besar sejak awal kejadian. Mereka tidak hanya memberikan informasi mengenai titik api, tetapi juga turut membantu proses pemadaman menggunakan peralatan yang tersedia,” ujarnya.

Ia menyebut banyak relawan bergerak secara sukarela tanpa menunggu instruksi resmi karena didorong rasa kepedulian terhadap lingkungan.

“Para relawan bergerak atas dasar kepedulian. Tanpa menunggu arahan, mereka sudah turun langsung membantu di lapangan,” lanjutnya.

Selain mewaspadai kebakaran di wilayah sendiri, BPBD Samarinda juga mengantisipasi kemungkinan masuknya asap kiriman dari daerah lain seperti Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat saat musim kemarau.

Menurut Suwarso, Wali Kota Samarinda telah mengarahkan agar pemantauan kualitas udara diperkuat melalui penyediaan alat ukur kualitas udara.

“Terdapat arahan dari Wali Kota agar segera dilakukan persiapan alat pemantau kualitas udara sebagai langkah antisipasi,” katanya.

Meski hasil pemantauan BMKG menunjukkan kualitas udara di Samarinda masih dalam kategori baik, pemerintah tetap menyiapkan langkah penanganan jika kondisi memburuk akibat asap kiriman.

Apabila kualitas udara menurun, pemerintah akan membagikan masker kepada masyarakat dan mengimbau warga menggunakan masker secara mandiri.

Sebagai langkah jangka panjang, pemerintah juga terus mendorong penghijauan dan penanaman pohon guna menjaga kualitas lingkungan serta mengurangi dampak perubahan iklim.

Suwarso menyebut Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama sejumlah perusahaan telah melakukan penanaman pohon di kawasan Makroman sebagai bagian dari penguatan kawasan keanekaragaman hayati.

“Program tersebut bertujuan membantu menjaga kualitas udara sekaligus mengurangi dampak kebakaran lahan dari daerah lain yang dapat terbawa angin ke Kota Samarinda,” pungkasnya. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar