Meski stok dinyatakan aman, kebutuhan sapi kurban di Kalimantan Timur masih banyak dipenuhi dari luar daerah. Saat ini sekitar 70 persen pasokan sapi berasal dari provinsi lain, sedangkan kontribusi peternak lokal masih berada di kisaran 17 persen.
Kondisi tersebut dinilai menjadi tantangan bagi pengembangan sektor peternakan daerah. Namun di sisi lain, peluang bagi peternak lokal untuk meningkatkan produksi masih terbuka lebar.
Selain sapi, DPKH Kaltim juga memastikan ketersediaan kambing dan domba mencukupi. Stok kambing tercatat sekitar 9.422 ekor dengan kebutuhan diperkirakan 6.713 ekor. Sedangkan domba tersedia sekitar 1.284 ekor untuk memenuhi kebutuhan sekitar 779 ekor.
“Permintaan terhadap kerbau relatif tidak terlalu tinggi dibandingkan jenis hewan kurban lainnya,” ucapnya.
Ia juga menyebut minat masyarakat terhadap domba mulai mengalami peningkatan, baik untuk kebutuhan kurban maupun pengembangan usaha peternakan.
Terkait harga, Fadli menjelaskan bahwa nilai jual hewan kurban tahun ini masih bervariasi tergantung bobot dan kualitas ternak. Harga sapi diperkirakan mulai Rp14 juta hingga lebih dari Rp100 juta.
“Penentuan harga umumnya mengacu pada berat hidup ternak, yakni berkisar Rp70 ribu hingga Rp80 ribu per kilogram,” jelasnya.
DPKH Kaltim turut mengingatkan masyarakat agar tidak hanya mempertimbangkan harga saat membeli hewan kurban, tetapi juga memperhatikan kondisi kesehatan dan kelayakannya.
“Hal utama yang harus diperhatikan adalah hewan dalam kondisi sehat, tidak cacat, dan memenuhi syarat untuk dijadikan hewan kurban,” pungkasnya. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar