“Begitu pembangunan berjalan, ekonomi ikut bergerak. Ada pembelian semen, pasir, kayu, hingga warung makan yang ikut hidup,” jelasnya.
Selain BSPS, pemerintah juga tengah menyiapkan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus sektor perumahan.
Program ini ditujukan bagi pelaku UMKM seperti kontraktor kecil, pengembang, dan toko bangunan, dengan bunga ringan serta subsidi dari pemerintah.
Menurut Maruarar, langkah ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan kelas menengah baru sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pinjaman berbunga tinggi.
“Kita ingin lebih banyak masyarakat sejahtera. Kekayaan alam harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat,” ujarnya.

Untuk memastikan program berjalan transparan dan tepat sasaran, pemerintah akan melakukan evaluasi rutin setiap awal bulan dengan melibatkan data dari Badan Pusat Statistik serta pengawasan DPR.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat realisasi program. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci agar target perbaikan rumah dapat tercapai.
Kombinasi antara intervensi sosial dan stimulus ekonomi, program BSPS diharapkan tidak hanya memperbaiki kualitas hunian, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam mengurangi ketimpangan di daerah kaya sumber daya seperti Kalimantan Timur. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar