Berita Balikpapan Terkini

Suara Pelajar Balikpapan Menguat, Workshop Pendidikan Bersama Hetifah Dorong Partisipasi Generasi Muda

lihat foto
Workshop Pendidikan bersama Ketua Komisi X DPR RI, Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP, dengan organisasi pemuda Balikpapan, di Novotel Balikpapan, pada Minggu (3/5/2026). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Workshop Pendidikan bersama Ketua Komisi X DPR RI, Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP, dengan organisasi pemuda Balikpapan, di Novotel Balikpapan, pada Minggu (3/5/2026). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Upaya mendorong keterlibatan aktif generasi muda dalam pembangunan pendidikan terus digencarkan. Hal ini terlihat dalam Workshop Pendidikan yang digelar Ketua Komisi X DPR RI, Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP, di Novotel Balikpapan, pada Minggu (3/5/2026).

Kegiatan tersebut diikuti puluhan pelajar dan pemuda dari berbagai organisasi, mulai dari OSIS, forum anak, duta wisata, hingga duta genre. Mereka tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga menjadi sumber gagasan dalam merumuskan arah pendidikan yang lebih inklusif.

Dalam kesempatan itu, Hetifah menegaskan pentingnya “partisipasi semesta” dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua. Ia menilai, selama ini diskusi pendidikan lebih banyak melibatkan pembuat kebijakan dan tenaga pendidik, sementara suara pelajar kerap terabaikan.

“Padahal siswa adalah penerima manfaat utama. Mereka punya pandangan, harapan, bahkan solusi yang konkret untuk perbaikan pendidikan,” ujarnya.

Menurutnya, forum seperti ini menjadi ruang penting untuk menangkap aspirasi langsung dari pelajar. Terlebih, kegiatan tersebut juga dihadiri para pemangku kebijakan dari tingkat kota, provinsi, hingga kementerian, sehingga masukan yang disampaikan berpeluang menjadi bahan pertimbangan dalam kebijakan pendidikan.

lihat foto
Ketua Komisi X DPR RI, Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP,. Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Ketua Komisi X DPR RI, Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP,. Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

Ia juga menekankan pentingnya pelibatan organisasi siswa secara berkelanjutan, tidak hanya dalam forum formal. Apalagi, tantangan pendidikan saat ini semakin kompleks, mulai dari disrupsi teknologi, kesehatan mental, hingga dinamika sosial di lingkungan sekolah.

“Anak-anak perlu ruang untuk menyampaikan aspirasi. Organisasi sekolah bisa menjadi wadah peer support agar persoalan bisa dicegah sejak dini,” jelasnya.

Selain itu, Hetifah menegaskan bahwa alokasi anggaran pendidikan minimal 20 persen dari APBN dan APBD harus tetap menjadi prioritas, sebagaimana amanat konstitusi.

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar