Astri juga menegaskan bahwa fasilitas rumah jabatan terbuka untuk digunakan masyarakat tanpa biaya, sehingga seluruh kebutuhan perawatan menjadi tanggung jawab pemerintah.
Selain itu, keberadaan fasilitas penginapan di lingkungan rumah jabatan turut menambah intensitas penggunaan layanan kebersihan. Fasilitas tersebut kerap dimanfaatkan oleh tamu resmi, mulai dari pejabat daerah hingga tamu dari kementerian dan tamu kehormatan lainnya.
“Di kawasan tersebut tersedia fasilitas penginapan, termasuk untuk tamu VIP. Oleh karena itu, pergantian perlengkapan seperti sprei dan penutup tempat tidur dilakukan secara rutin setiap hari,” katanya.
Ia menambahkan, aktivitas keagamaan yang berlangsung di musala Lamin Etam hampir setiap hari juga turut berkontribusi terhadap tingginya frekuensi penggunaan fasilitas, sehingga membutuhkan perawatan berkelanjutan.
Meski demikian, Astri mengakui bahwa angka Rp450 juta yang tercantum masih bersifat perencanaan dan dapat berubah mengikuti kebijakan efisiensi anggaran yang sedang diterapkan pemerintah.
“Nilai tersebut merupakan estimasi awal yang masih dapat disesuaikan. Dalam kondisi efisiensi anggaran, tidak menutup kemungkinan jumlahnya akan berkurang,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa penggunaan anggaran dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan kegiatan sepanjang tahun, bukan dibelanjakan sekaligus.
“Penggunaan anggaran dilakukan berdasarkan kebutuhan kegiatan. Misalnya, apabila terdapat agenda tertentu, maka dilakukan pencucian perlengkapan seperti karpet, taplak meja, dan fasilitas lainnya,” pungkasnya. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar