Opini

Dari Ilmu ke Angka: Balada Ironis Punahnya Intelektualitas di Sekolah

lihat foto
Ilustrasi pelajar di luar Sekolah.
Ilustrasi pelajar di luar Sekolah.

John Dewey, filsuf pendidikan progresif Amerika, mengusung paradigma pendidikan yang berpusat pada pengalaman nyata siswa dan pemecahan masalah (problem-solving), bukan sekadar hafalan fakta atau angka-angka prestasi akademik. 

Pendekatan ini menempatkan siswa sebagai makhluk sosial unik yang belajar optimal melalui eksplorasi aktif, interaksi lingkungan, dan refleksi pribadi, sehingga mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kolaboratif, dan adaptif sepanjang hayat.

Di Indonesia, sistem pendidikan justru didominasi orientasi nilai numerik—seperti nilai Ujian Nasional (UN), rapor, atau peringkat sekolah—yang memicu budaya kecurangan massal, seperti joki ujian atau bocoran soal, serta menekan kreativitas siswa karena prioritas pada hafalan mekanis daripada inovasi. 

Kajian intelektualisme menyoroti ironi ini: siswa "berprestasi tinggi" secara numerik sering kali gagal dalam aplikasi pengetahuan nyata, sehingga rekomendasi utama adalah penerapan HOTS (Higher Order Thinking Skills), yaitu keterampilan berpikir tingkat tinggi seperti analisis, evaluasi, dan sintesis, untuk mengembalikan esensi berpikir kritis yang hilang.

Dunia Akademik Indonesia tanpa keseimbangan antara intelektualisme (pengembangan akal budi) dan spiritualisme (nilai moral serta etika) hanya mempertegas stigma bahwa pendidikan gagal mencetak generasi emas yang adaptif terhadap dinamika sosial seperti globalisasi, disrupsi teknologi, dan ketimpangan ekonomi. 

Pendekatan holistik ini diperlukan agar lulusan tidak hanya kompeten secara kognitif, tapi juga resilien emosional dan bertanggung jawab sosial, sebagaimana terlihat dalam kegagalan sistem saat ini menghasilkan lulusan berpendidikan tinggi namun rentan korupsi atau apatis sosial. Reformasi kurikulum yang menggabungkan HOTS dengan pendidikan karakter menjadi kunci objektif untuk mengatasi disparitas ini secara berkelanjutan. (*)

Penulis: Agus Priyono Marzuki S.Pd,Gr
Profesi: Guru
No WhatsApp: 085792185490
Email: agus16priyono.marzuki@gmail.com

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar