Australia, lanjutnya, bangga dapat menjadi bagian dari upaya tersebut melalui program kemitraan inklusi bersama Indonesia. Dukungan yang diberikan tidak hanya berupa pendanaan, tetapi juga penguatan sistem dan dukungan teknis bagi pemerintah dan organisasi lokal.
“Kami percaya pembangunan inklusif bukan hanya soal akses, tetapi juga keadilan, pemberdayaan, dan pengakuan atas kontribusi semua warga negara,” tegasnya.
Ke depan, Pemerintah Australia berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan akses kerja yang lebih inklusif, memperkuat partisipasi masyarakat difabel dalam proses pembangunan, serta mendorong penguatan organisasi difabel agar semakin berdaya.
Rod menambahkan, keberhasilan program di Balikpapan juga tidak lepas dari peran aktif mitra lokal.

“Kami sangat bergantung pada teman-teman di PPDI dan SIGAB. Mereka membantu mengatasi berbagai tantangan di lapangan, sehingga program dapat berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif,” katanya.
Ia berharap kolaborasi antara Australia dan Indonesia, khususnya di Balikpapan, dapat terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
“Kami bangga bisa bermitra dalam perjalanan ini. Semoga kerja sama ini terus tumbuh dan semakin memperkuat masyarakat yang inklusif,” pungkasnya. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar