Berita Balikpapan Terkini

Dubes Australia Kunjungi Telagasari, Apresiasi Praktik Inklusi Difabel di Balikpapan

lihat foto
Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier, melakukan kunjungan ke Kelurahan Telagasari, Kecamatan Balikpapan Kota, pada Jumat (24/4/2026). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier, melakukan kunjungan ke Kelurahan Telagasari, Kecamatan Balikpapan Kota, pada Jumat (24/4/2026). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Duta Besar (Dubes) Australia untuk Indonesia, Rod Brazier, melakukan kunjungan ke Kelurahan Telagasari, Kecamatan Balikpapan Kota, pada Jumat (24/4/2026). 

Kunjungan ini menjadi momentum untuk melihat langsung praktik inklusi sosial bagi penyandang disabilitas yang berkembang di Kota Balikpapan.

Dalam agenda tersebut, Dubes Australia berdiskusi bersama Kelompok Difabel Kelurahan (KDK). Ia juga meninjau berbagai hasil karya para anggota KDK, mulai dari kerajinan tangan, tas, pakaian, hingga syal yang menunjukkan kreativitas dan kemandirian komunitas difabel setempat.

“Saya sangat senang bisa berada di sini bersama ibu dan bapak yang telah menerima kami dengan hangat. Kita semua mendapatkan manfaat dari terciptanya masyarakat yang inklusif, di mana setiap orang memiliki kesempatan yang sama,” ujar Rod Brazier saat memberikan sambutan.

Ia mengaku terinspirasi oleh semangat kolaborasi yang terbangun antara pemerintah, organisasi masyarakat sipil, dan komunitas difabel di Balikpapan. Menurutnya, praktik inklusi di kota ini bukan sekadar konsep, melainkan telah diwujudkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.

lihat foto
Kunjungan Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier ke Kelurahan Telagasari, Kecamatan Balikpapan Kota, pada Jumat (24/4/2026). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Kunjungan Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier ke Kelurahan Telagasari, Kecamatan Balikpapan Kota, pada Jumat (24/4/2026). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

“Saya belajar banyak dari pengalaman dan semangat yang dibagikan. Inklusi di sini benar-benar diterapkan, misalnya melalui fasilitas gedung kelurahan yang ramah difabel, sehingga memudahkan akses layanan publik,” ungkapnya.

Rod juga mengapresiasi komitmen pemerintah daerah bersama organisasi seperti Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel (SIGAB) dan Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) dalam mendorong pemenuhan hak penyandang disabilitas. Ia menilai keberlanjutan program dan dampak nyata yang dirasakan masyarakat menjadi salah satu kekuatan utama dari kolaborasi tersebut.

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar