Pejabat dalam Islam
Dalam Islam, jabatan adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan, baik di dunia di akhirat. Jabatan yang berkaitan dengan pelaksanaan pengaturan urusan umat adalah tanggung jawab yang makin besar.
Seorang pejabat dalam Islam diangkat dan dipilih untuk melayani dan mengurusi umat bukan sebaliknya. Mereka adalah orang-orang yang terdepan dalam ketaatan sekaligus teladan terbaik dalam kezuhudan. Mereka adalah orang yang pertama merasakan kelaparan dan yang terakhir merasakan kenyang.
Karakter pejabat seperti ini banyak dijumpai pada masa peradaban Islam. Islam menjadikan para pejabat tidak berbeda dengan rakyat. Tidak heran, mereka telah membawa umat ini ke puncak keagungan melalui penerapan Islam secara kaffah.
Dalam hal ini, Khalifah Umar bin Khatthab adalah teladan terbaik. Saat negara mengalami paceklik karena musim kemarau panjang, beliau adalah orang yang pertama merasakan lapar. Ketika ada orang yang mengantar susu dan makanan, beliau akan bertanya, “Apakah rakyatku juga mendapat seperti ini?” Jika rakyat tidak mendapatkannya, pemberian tersebut beliau tolak.
Jika rakyat tidak makan, beliau juga tidak makan. Beliau tidak bersikap aji mumpung untuk menikmati fasilitas negara demi kepentingan pribadi. Semua potensi yang beliau miliki digunakan untuk memenuhi kepentingan rakyat dengan sebaik-baiknya.
Selanjutnya, para pejabat dalam masa pemerintahan beliau sangat terkenal dengan sifat rendah hati mereka. Misalnya, seorang gubernur tidak berbeda dengan orang biasa dalam hal pakaian, rumah, dan kendaraan. Mereka juga tidak memiliki kelebihan yang membedakan mereka dengan rakyatnya.
Dari segi pembiayaan dalam Islam dikenal dengan adanya baitulmal. Semua dana wajib dikelola berdasarkan dengan aturan syariat. Penganggaran dalam Islam akan dialokasikan secara tepat, tidak berlebihan, dan sesuai kebutuhan, namun memberikan layanan terbaik bagi rakyat menjadi prioritas.
Para pejabat akan melaksanakan fungsinya mengurusi umat dengan penuh tanggung jawab. Maka saat itulah akan terwujud keadilan dan kesejahteraan yang merata bagi setiap rakyat. Hal ini pula akan terwujud ketika seluruh aturan Islam itu diterapkan dalam setiap aspek kehidupan. Wallahu a'lam bishawab. (*)
Penulis: Sitti Fatmawati Ilyas
Pekerjaan: Pendidik dan Aktivis Muslimah
No. Hp: 085386424254
E-mail: sittifatmawatiilyas@gmail.com
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar