BorneoFlash.com, SAMARINDA – Pascademonstrasi yang berlangsung di sejumlah titik di Kota Samarinda pada Selasa (21/4/2026), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bergerak sigap melakukan penanganan sampah yang tertinggal.
Langkah ini telah dipersiapkan sejak awal, seiring adanya informasi terkait rencana aksi yang berpotensi menimbulkan penumpukan sampah di beberapa lokasi.
Sejumlah kawasan yang menjadi pusat aktivitas massa, seperti Masjid Islamic Center, Gedung DPRD Kalimantan Timur, hingga akses menuju Kantor Gubernur, masuk dalam prioritas penanganan.
DLH menilai titik-titik tersebut memiliki potensi tinggi menjadi lokasi akumulasi sampah selama aksi berlangsung.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Samarinda, Suwarso, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan langkah antisipatif dengan memetakan area rawan sejak sebelum aksi dimulai.
“Kami telah melakukan identifikasi terhadap sejumlah lokasi yang berpotensi mengalami penumpukan sampah, sehingga proses penanganan dapat dilakukan secara cepat dan terarah,” ujarnya.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar