Berita Nasional Terkini

BGN: 65 Persen Masyarakat Indonesia Butuh Program MBG untuk Tingkatkan Gizi dan Ekonomi Daerah

zoom-inlihat foto
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sanjaya berfoto bersama pada Rapat Konsolidasi Program MBG Provinsi Kepulauan Babel di Pangkalpinang, Jumat (18/4/2026). FOTO: ANTARA/Aprionis
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sanjaya berfoto bersama pada Rapat Konsolidasi Program MBG Provinsi Kepulauan Babel di Pangkalpinang, Jumat (18/4/2026). FOTO: ANTARA/Aprionis

BorneoFlash.com, PANGKALPINANG - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sanjaya, menyatakan sekitar 65 persen masyarakat Indonesia membutuhkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ia menegaskan program ini meningkatkan asupan gizi penerima manfaat sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.

“Alhamdulillah, berdasarkan survei, sebanyak 65 persen masyarakat Indonesia memerlukan Program MBG ini,” ujar Sony Sanjaya dalam Rapat Konsolidasi Program MBG di Pangkalpinang, Jumat.

Sony menjelaskan BGN menggelar Rapat Konsolidasi Program MBG di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk mengoptimalkan pelaksanaan program. BGN menargetkan program ini mencetak sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan berkualitas, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkontribusi pada penguatan ekonomi nasional.

“Kami datang ke sini untuk saling mengingatkan. Kami mengajak semua pihak melaksanakan Program MBG secara optimal untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan perekonomian masyarakat di daerah,” katanya.

Sony menegaskan BGN terus mengawasi pelaksanaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lapangan. BGN juga melakukan evaluasi dan mitigasi secara bertahap untuk menjaga kualitas pelaksanaan Program MBG di seluruh daerah.

“Kami terus mengawasi SPPG. Jika kami menemukan pelanggaran, kami menonaktifkan sementara untuk perbaikan,” ujarnya.

Ia menjelaskan BGN menonaktifkan SPPG jika menemukan pelanggaran standar operasional prosedur (SOP). Salah satu contoh pelanggaran terjadi ketika petugas memasak ayam pada pukul 17.00 WIB, lalu menyimpannya hingga makanan tersebut dikonsumsi keesokan hari pukul 08.00 WIB.

“Situasi seperti itu melanggar SOP, sehingga kami menonaktifkan SPPG sementara untuk perbaikan,” katanya.

Sony menambahkan BGN juga menghentikan sementara operasional SPPG yang tidak memenuhi standar sarana dan prasarana dapur sesuai spesifikasi teknis.

“Jika dapur tidak sesuai spesifikasi, kami menghentikan sementara operasionalnya sampai melakukan perbaikan. Setelah memenuhi standar, SPPG mengajukan permohonan untuk beroperasi kembali,” pungkasnya. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar