Pemkot Samarinda

Pemkot Samarinda Targetkan Bus Kota Beroperasi 2027, Tarif Mulai Rp1.000

lihat foto
Kepala Dishub Kota Samarinda, Hotmarulitua Manalu. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
Kepala Dishub Kota Samarinda, Hotmarulitua Manalu. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa

BorneoFlash.com, SAMARINDA — Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menargetkan kehadiran layanan transportasi massal berbasis bus kota pada tahun 2027. Moda ini dirancang sebagai alternatif mobilitas masyarakat dengan tarif terjangkau, khususnya bagi pelajar.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda saat ini tengah menyusun berbagai aspek pendukung, mulai dari perencanaan teknis, penentuan rute, hingga skema pembiayaan yang melibatkan dukungan pemerintah pusat.

Kepala Dishub Kota Samarinda, Hotmarulitua Manalu, menegaskan bahwa penyediaan angkutan umum merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah daerah sekaligus solusi untuk menekan penggunaan kendaraan pribadi.

“Setiap pemerintah daerah memiliki kewajiban menghadirkan layanan transportasi publik. Hal ini penting untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi yang selama ini mendominasi konsumsi bahan bakar,” ujarnya, pada Selasa (14/4/2026).

Ia menjelaskan, tingginya penggunaan kendaraan pribadi berdampak langsung pada meningkatnya konsumsi bahan bakar serta beban subsidi yang harus ditanggung pemerintah.

“Apabila masyarakat mulai beralih ke angkutan umum, maka penggunaan bahan bakar dapat lebih efisien dan beban subsidi pemerintah pun dapat ditekan,” katanya.

Dalam perencanaannya, Dishub telah menyiapkan konsep layanan yang mencakup jalur operasional, kebutuhan armada, serta sistem tarif terintegrasi guna memudahkan perpindahan penumpang.

“Skema yang digunakan adalah buy the service, di mana pemerintah tidak membeli armada, melainkan membayar layanan dari operator. Pendekatan ini dinilai lebih efisien dari sisi pembiayaan,” jelasnya.

Namun demikian, keterbatasan anggaran daerah masih menjadi kendala, sehingga diperlukan dukungan dari pemerintah pusat agar program ini dapat terealisasi sesuai target.

“Pada tahun 2026 ini kami masih melakukan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan dan Bappenas. Kami berharap Samarinda memperoleh dukungan sehingga pada 2027 layanan ini sudah dapat dioperasikan,” ungkapnya.

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar