“Kami tengah menyiapkan opsi pembangunan insinerator berkapasitas besar, sekitar 100 ton dalam delapan jam, atau pengolahan sampah berbasis energi yang dapat dikonversi menjadi listrik,” jelasnya.
Ia menambahkan, proyek tersebut membutuhkan dukungan pendanaan yang cukup besar. Oleh sebab itu, pemerintah kota berupaya menjalin kerja sama dengan pihak swasta agar pembiayaan tidak sepenuhnya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Saat ini sudah terdapat beberapa pihak yang menunjukkan minat serius, baik dari perusahaan Malaysia, perusahaan nasional, maupun dari Danantara,” katanya.
Meskipun demikian, Pemkot Samarinda masih melakukan kajian lebih lanjut terhadap calon mitra yang akan terlibat. Evaluasi difokuskan pada tingkat kredibilitas serta komitmen dalam merealisasikan kerja sama.
“Kami tidak hanya mempertimbangkan minat, tetapi juga menilai bonafitas dan keseriusan mitra. Skema yang digunakan adalah kerja sama bisnis ke bisnis yang saling menguntungkan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Andi Harun menegaskan bahwa pengelolaan sampah tetap menjadi salah satu prioritas utama pemerintah kota. Hal ini sejalan dengan tuntutan Samarinda sebagai kota urban yang harus menjaga kebersihan lingkungan.
“Pengurangan volume sampah menjadi agenda prioritas. Kota ini tidak boleh kotor dan harus kita jaga bersama agar tetap bersih,” pungkasnya. (*/Adv Diskominfo Samarinda)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar