“Penugasan ini berlangsung dalam kondisi fiskal yang cukup menantang, mengingat kemampuan keuangan daerah pada tahun 2026 mengalami penurunan,” ungkapnya.
Meski demikian, Andi Harun optimistis pengalaman Neneng, khususnya saat bertugas di Inspektorat, menjadi modal penting dalam menghadapi situasi tersebut.
“Kami meyakini Sekretaris Daerah yang baru memiliki pengalaman yang memadai, termasuk saat bertugas di Inspektorat, sehingga telah terbiasa menghadapi kondisi fiskal yang serupa,” tuturnya.
Ia juga menilai proses adaptasi tidak akan memakan waktu lama karena pemahaman terhadap kondisi internal pemerintahan sudah terbentuk sebelumnya.
“Dalam waktu yang tidak terlalu lama, beliau diyakini dapat memahami dan menyesuaikan diri dengan berbagai tantangan yang ada,” katanya.
Selain itu, Pemkot Samarinda berencana segera mengisi sejumlah jabatan strategis yang masih kosong guna mendukung optimalisasi kinerja pemerintahan.
“Setelah ini akan dilakukan pengisian sejumlah jabatan yang masih lowong, antara lain Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Perkim, Inspektorat, Asisten I, Sekretaris Dewan, dan beberapa posisi lainnya,” ujarnya.
Pengisian jabatan tersebut akan dilakukan melalui mekanisme rotasi serta penerapan sistem manajemen talenta.
“Pendekatan yang digunakan mencakup rotasi jabatan sebagai bentuk penyegaran, serta manajemen talenta untuk menempatkan aparatur sesuai kompetensinya,” tegasnya.
Seluruh langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kota Samarinda.
“Seluruh kebijakan ini ditujukan untuk mengoptimalkan pelayanan publik kepada masyarakat,” pungkasnya. (*/Adv Diskominfo Samarinda)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar