BorneoFlash.com, JAKARTA - Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memastikan stok beras nasional mencapai 5,23 juta ton dan aman untuk menjaga ketahanan pangan hingga tahun depan.
“Stok cadangan beras pemerintah yang dikelola Bulog saat ini mencapai 5,23 juta ton dan cukup menjaga ketahanan pangan nasional sampai tahun depan,” kata Rizal di Jakarta, Kamis.
Rizal menegaskan pemerintah telah menyiapkan cadangan pangan untuk menghadapi potensi gangguan produksi, termasuk ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino.
Ia meminta masyarakat tidak khawatir terhadap pasokan beras karena Bulog terus menjaga kualitas dan distribusi stok secara optimal.
Bulog juga membuka akses kunjungan ke gudang beras di berbagai daerah sebagai bentuk transparansi pengelolaan pangan nasional.
Menurut Rizal, kebijakan tersebut merupakan arahan Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman agar masyarakat mengetahui kondisi nyata stok beras pemerintah.
“Gudang Bulog kini terbuka untuk umum. Masyarakat boleh melihat langsung kondisi stok beras,” ujarnya.
Meski begitu, pengunjung tetap harus mendaftar dan mengajukan izin agar kegiatan berjalan tertib dan terdata.
Rizal mengatakan keterbukaan gudang bertujuan meningkatkan kepercayaan publik terhadap kondisi stok beras nasional.
Saat ini, sejumlah pelajar SMA telah mengunjungi gudang Bulog melalui program study tour. Bulog juga menyiapkan program kunjungan bagi mahasiswa untuk mengenal sistem logistik dan pengelolaan cadangan pangan.
Hingga Rabu (6/5/2026), Bulog mengelola sekitar 5,2 juta ton cadangan beras pemerintah secara nasional. Sementara itu, penyerapan gabah petani hingga awal Mei 2026 mencapai 2,4 juta ton setara beras.
Rizal menyebut capaian tersebut menjadi bagian dari target nasional sebesar 4 juta ton setara beras pada 2026 untuk memperkuat ketahanan pangan dan menjaga stabilitas pasokan nasional. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar