BorneoFlash.com, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) menegaskan komitmennya untuk terus mendorong hilirisasi sebagai strategi utama dalam pembangunan ekonomi daerah.
Kebijakan ini diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal sekaligus memperkuat struktur ekonomi agar tidak bergantung pada sektor pertambangan.
Salah satu implementasi yang telah berjalan adalah hilirisasi di sektor pakan ternak melalui Program Jospol. Program tersebut diwujudkan dengan pembangunan Rumah Produksi Bersama (RPB) di Desa Loleng, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara.
Fasilitas ini mampu memproduksi hingga 5 ton pakan per hari dengan memanfaatkan jagung lokal sebagai bahan baku utama.
Kehadiran RPB dinilai efektif dalam menekan ketergantungan pasokan dari luar daerah, sekaligus membantu menjaga stabilitas harga komoditas peternakan seperti telur dan daging.
Selain jagung, program ini juga memanfaatkan potensi bahan baku lain, termasuk limbah kelapa sawit.
Upaya tersebut diharapkan dapat mengatasi keterbatasan pasokan pakan, menekan biaya produksi peternak, serta meningkatkan populasi ternak guna mendukung ketahanan pangan, termasuk untuk kebutuhan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Keberhasilan hilirisasi di sektor pakan ternak menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk memperluas kebijakan serupa ke sektor lainnya. Pada tahap berikutnya, arah pengembangan akan difokuskan pada industri pengolahan minyak lokal.
Sekretaris Daerah Kaltim, Sri Wahyuni, menyampaikan bahwa hilirisasi merupakan bagian penting dari strategi pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar