Kampung Tenun dipilih sebagai lokasi peluncuran karena memiliki nilai historis yang kuat serta potensi ekonomi yang dinilai besar. Kawasan ini diyakini mampu berkembang menjadi destinasi unggulan yang memiliki daya saing hingga tingkat nasional maupun global.
Dari sisi ekonomi, sektor pariwisata dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi alternatif penggerak pertumbuhan daerah. Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kaltim, Bayuadi Hardiyanto, menyebutkan bahwa sektor ini dapat menjadi penyeimbang ketergantungan terhadap industri ekstraktif.
“Pariwisata memiliki potensi yang signifikan karena tidak memerlukan investasi sebesar sektor industri. Modal dasarnya telah tersedia, sehingga yang diperlukan adalah pengelolaan dan pengembangan yang optimal,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN) membuka peluang meningkatnya arus kunjungan wisatawan ke Samarinda, termasuk ke Kampung Tenun sebagai destinasi budaya.
“Dengan hadirnya IKN, terdapat peluang besar bagi wisatawan untuk singgah di Samarinda. Hal ini harus dimanfaatkan, termasuk dengan memperkuat daya tarik Kampung Tenun,” tambahnya.
Meski demikian, sejumlah tantangan masih dihadapi dalam pengembangan kawasan tersebut, mulai dari keterbatasan akses permodalan, pemasaran, hingga minimnya regenerasi perajin tenun dari kalangan muda.
Sebagai langkah konkret, program BIMA Etam dihadirkan untuk memberikan dukungan berupa pembiayaan, edukasi, serta literasi keuangan bagi pelaku UMKM. Hingga saat ini, program tersebut telah menjangkau 833 UMKM dengan total pembiayaan mencapai Rp16,97 miliar kepada 163 pelaku usaha.
Dalam implementasinya, Pemprov Kaltim mengusung empat pilar utama, yakni penguatan kelembagaan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, perbaikan infrastruktur dan aksesibilitas, serta penguatan digitalisasi dan promosi.
Ke depan, kolaborasi ini akan diperluas dengan melibatkan 13 mitra strategis tambahan di berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Timur guna mendorong pemerataan pengembangan desa wisata.
Peluncuran program ini menjadi penanda upaya serius pemerintah dalam membangun sektor pariwisata yang lebih mandiri, inovatif, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat peran Kalimantan Timur sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara. (*)





