BorneoFlash.com, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) melalui Dinas Pariwisata (Dispar) mulai mengintensifkan pengembangan sektor ekonomi kreatif dengan menerapkan konsep kota kreatif berbasis klaster.
Strategi ini dirancang dengan menyesuaikan potensi unggulan serta karakteristik masing-masing daerah agar pertumbuhan ekonomi kreatif dapat berlangsung secara berdaya saing dan berkelanjutan.
Kepala Dispar Kaltim, Ririn Sari Dewi, menyampaikan bahwa sektor ekonomi kreatif di Kalimantan Timur terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Pada tahun 2025, nilai perputaran ekonomi kreatif tercatat sebesar Rp36,84 miliar, mengalami kenaikan Rp4,68 miliar dibandingkan tahun 2024 yang berada pada angka Rp32,16 miliar.
“Peningkatan tersebut merupakan indikator yang positif. Namun demikian, kami menargetkan agar pada tahun berjalan ini sektor ekonomi kreatif dapat tumbuh lebih optimal sehingga kontribusi ekonominya meningkat secara signifikan,” ujar Ririn, pada Jumat (16/1/2026).
Ia menjelaskan bahwa saat ini terdapat 263 kelompok pelaku usaha ekonomi kreatif yang tersebar di 10 kabupaten dan kota di Kalimantan Timur, mencakup 17 subsektor ekonomi kreatif. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memberikan dukungan agar pelaku usaha tersebut mampu berkembang secara berkelanjutan.
Sebagai bagian dari strategi pengembangan, Dispar Kaltim menetapkan arah penguatan kota kreatif berbasis klaster. Kota Samarinda diarahkan menjadi pusat pengembangan ekonomi kreatif digital dan fesyen, sedangkan Kota Balikpapan diposisikan sebagai sentra subsektor kuliner serta industri film komersial.
Sementara itu, Kabupaten Berau dan Kabupaten Kutai Kartanegara difokuskan pada pengembangan pariwisata dan kebudayaan. Adapun kabupaten dan kota lainnya akan dikembangkan sesuai dengan potensi unggulan dan karakteristik lokal masing-masing wilayah.





