BorneoFlash.com, JAKARTA - Kementerian Pertahanan (Kemhan) memastikan kebijakan penghematan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) di lingkungan Kemhan tidak berkaitan dengan kondisi darurat.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan Kemhan menerapkan kebijakan tersebut sebagai langkah antisipatif dan bentuk kehati-hatian.
"Kami menerapkan kebijakan ini sebagai langkah antisipatif, bukan karena kondisi darurat," kata Rico di Jakarta, Rabu.
Ia menjelaskan Kemhan mengambil langkah itu untuk mengantisipasi dampak dinamika global, terutama di kawasan Eropa dan Timur Tengah.
Menurut dia, perkembangan geopolitik di kedua kawasan tersebut berpotensi memengaruhi distribusi bahan bakar ke sejumlah negara, termasuk Indonesia.
Karena itu, Kemhan menerapkan sejumlah langkah efisiensi di lingkungan internal. Salah satunya dengan memberlakukan satu hari kerja dari rumah atau
work from home
(WFH).
Meski demikian, Kemhan tetap memastikan pasokan BBM untuk kebutuhan operasional pertahanan tetap terjaga.
Rico menambahkan Kemhan akan menentukan durasi kebijakan tersebut setelah mengevaluasi perkembangan situasi dan kebutuhan ke depan. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar