BorneoFlash.com, JAKARTA - Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menegaskan wacana kerja dari rumah (
work from home
/WFH) bukan hal baru.
Kementerian Dalam Negeri akan menyosialisasikan rencana tersebut kepada pemerintah daerah agar layanan esensial tetap berjalan.
Usai konferensi pers di Jakarta, Rabu, Tito mengatakan pemerintah telah memiliki pengalaman menerapkan WFH saat pandemi COVID-19. Ia menilai skema itu sebelumnya berjalan lancar.
“Tidak ada masalah. Pemda sudah punya banyak pengalaman. Namun karena ada kepala daerah baru, saya akan memberikan penjelasan kembali. Layanan esensial seperti angkutan, layanan darurat, rumah sakit, dan kebersihan harus tetap berjalan,” ujar Tito.
Selain itu, ia menyebut pemerintah telah membahas rencana WFH dalam rapat bersama sejumlah kementerian dan lembaga. Pemerintah akan menyampaikan keputusan setelah melaporkan hasil rapat kepada Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Tito, salah satu skema yang muncul dalam pembahasan adalah penerapan WFH satu hari dalam sepekan. Namun pemerintah masih membahas hari pelaksanaannya dan menunggu keputusan Presiden.
Sebelumnya, pemerintah merencanakan penerapan WFH setelah Lebaran untuk menghemat energi di tengah kenaikan harga minyak dunia.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada Sabtu (21/3/2026) mengatakan kebijakan tersebut berlaku bagi aparatur sipil negara (ASN). Pemerintah juga mengimbau sektor swasta mengikuti langkah serupa. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar