BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Upaya menekan risiko kecelakaan lalu lintas kini tidak hanya difokuskan pada kendaraan dan infrastruktur, tetapi juga menyasar faktor manusia.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Balikpapan mengambil langkah preventif dengan memperluas skrining kesehatan bagi pengemudi angkutan umum di berbagai titik strategis.
Langkah ini dinilai sebagai pendekatan dari hulu, yakni mencegah potensi kecelakaan sebelum terjadi, dengan memastikan kondisi kesehatan pengemudi tetap prima di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat pasca-Idulfitri.
Sub Koordinator Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinkes Balikpapan, Agus Iriansyah, menjelaskan bahwa sebelumnya pemeriksaan dilakukan secara rutin di pool kendaraan, seperti di kawasan Terminal Batu Ampar.
“Setiap pengemudi yang kembali ke pool langsung kami periksa kondisi kesehatannya,” ujarnya, pada hari Rabu, 25 Maret 2026.
Saat ini, strategi tersebut diperluas. Pemeriksaan tidak lagi hanya dilakukan di titik akhir operasional, tetapi juga menjangkau lokasi-lokasi dengan aktivitas tinggi seperti kawasan Semayang. Tujuannya, agar pengawasan lebih menyeluruh dan mampu menjangkau lebih banyak pengemudi di lapangan.
Lanjut Agus mengatakan banyak faktor kesehatan yang berpotensi memengaruhi keselamatan berkendara, mulai dari kelelahan, tekanan darah tinggi, hingga kemungkinan penyalahgunaan zat berbahaya.
“Kegiatan bukan sekadar formalitas, tetapi ingin memastikan pengemudi benar-benar dalam kondisi siap, baik fisik maupun mental, saat membawa penumpang,” tegasnya.
Skrining yang dilakukan meliputi pemeriksaan tekanan darah, kondisi kesehatan umum, serta deteksi dini penyakit tidak menular dan kesehatan jiwa. Jika ditemukan indikasi gangguan, pengemudi akan diarahkan untuk mendapatkan penanganan lanjutan.
Dinkes juga menekankan pentingnya kesadaran pribadi, selain intervensi dari Pemerintah. Para pengemudi diimbau menjaga pola istirahat, asupan makanan, serta menghindari zat yang dapat menurunkan konsentrasi.
Pergerakan masyarakat, pendekatan ini menjadi strategi penting untuk menekan potensi risiko di jalan. Pemerintah Kota Balikpapan menilai, transportasi yang aman tidak hanya bergantung pada kondisi armada, tetapi juga kesiapan pengemudi sebagai faktor utama.
Skrining yang dilakukan secara berkala dan diperluas, diharapkan sistem transportasi publik di Balikpapan semakin aman, sekaligus mampu melindungi penumpang dari risiko yang kerap tidak terlihat yakni kondisi kesehatan pengemudi. (*/Adv Diskominfo Balikpapan)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar