Pemerintah Tegaskan MBG Tak Kurangi Anggaran Pendidikan 2026

oleh -
Penulis: Wahyuddin Nurhidayat
Editor: Ardiansyah
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan wartawan di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (6/3/2026). FOTO: ANTARA/Imamatul Silfia
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan wartawan di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (6/3/2026). FOTO: ANTARA/Imamatul Silfia
banner 300×250

BorneoFlash.com, JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan anggaran pendidikan tetap aman dan tidak berkurang akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG).

 

“Anggaran pendidikan tetap aman,” kata Purbaya kepada wartawan di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat.

 

Ia menjelaskan pemerintah menyiapkan alokasi khusus untuk program MBG sehingga tidak mengganggu belanja pendidikan. Pemerintah juga mempertahankan porsi anggaran pendidikan sebesar 20 persen dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sesuai amanat undang-undang.

 

Sebelumnya, pemerintah bersama DPR menyepakati anggaran pendidikan 2026 tanpa pengurangan akibat program MBG.

 

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memastikan berbagai program pendidikan strategis tetap berjalan, seperti Kartu Indonesia Pintar dan Program Indonesia Pintar.

 

Selain itu, pemerintah memperluas akses pendidikan melalui Sekolah Rakyat. Pemerintah juga merenovasi sekitar 16.000 sekolah pada 2025 dengan anggaran Rp17 triliun.

 

Di sisi lain, pemerintah menaikkan insentif guru menjadi Rp400.000. Pemerintah juga meningkatkan tunjangan guru non-ASN dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta pada 2025.

 

Sementara itu, Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah RI Hariqo Wibawa Satria menyebut anggaran pendidikan pada 2026 mencapai Rp769,8 triliun.

 

Dari jumlah tersebut, pemerintah mengalokasikan Rp223,5 triliun kepada Badan Gizi Nasional untuk mengelola program MBG.

 

Menurut Hariqo, program MBG mendukung proses belajar karena pemenuhan gizi menjadi fondasi penting bagi siswa. Ia juga menegaskan sejumlah program pendidikan tetap berjalan dan bahkan meningkat, termasuk tunjangan guru dan bantuan pendidikan.

 

Hariqo juga membantah informasi yang menyebut sekolah terbengkalai akibat MBG. Sepanjang 2025, pemerintah telah memperbaiki sekitar 16.000 sekolah. Pada 2026, pemerintah menargetkan perbaikan fasilitas di 71.000 sekolah. (*)

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

No More Posts Available.

No more pages to load.