Menurutnya, fasilitas tersebut saat ini belum berfungsi secara maksimal karena saluran keluar (outlet) belum sepenuhnya terhubung dengan sistem drainase utama.
Akibat kondisi tersebut, sebagian aliran air dari kawasan Padat Karya masih meluap menuju Jalan Wahid Hasyim dan kemudian memicu genangan di area Simpang Empat Sempaja.
“Apabila jaringan saluran telah terhubung secara optimal, aliran air akan terbagi ke beberapa jalur, termasuk menuju kawasan Ahim dan PM Noor. Dengan begitu diharapkan genangan yang selama ini terjadi di Simpang Empat Sempaja dapat berkurang,” jelasnya.
Selain itu, Dinas PUPR Samarinda juga masih melanjutkan pengembangan kolam retensi di kawasan Bengkuring. Namun pengerjaan tahap berikutnya masih menunggu proses pembebasan lahan yang hingga kini belum sepenuhnya rampung.
Darmadi menyebutkan, luas kolam retensi Bengkuring yang telah terbangun saat ini mencapai sekitar 16 hektare, sementara total luas yang direncanakan mencapai 27 hektare.
“Pembangunan lanjutan masih menunggu penyelesaian pembebasan lahan sekitar 11 hektare. Setelah itu, kami juga merencanakan penguatan tanggul agar lebih kokoh sehingga kapasitas tampungan air dapat dimaksimalkan,” pungkasnya.






