BorneoFlash.com, SAMARINDA – Upaya penanganan banjir di kawasan Simpang Empat Sempaja masih terus dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda.
Salah satu kendala yang dihadapi saat ini adalah keberadaan saluran drainase yang belum tersambung sepanjang 366 meter menuju Sungai Karang Mumus.
Kondisi tersebut membuat aliran air dari kawasan sekitar belum dapat mengalir secara optimal ke sungai utama, sehingga saat curah hujan tinggi genangan masih kerap terjadi di sejumlah titik, termasuk di kawasan simpang empat.
Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda, Darmadi, menjelaskan bahwa pemerintah kota telah menyiapkan anggaran sekitar Rp13 miliar pada tahun ini untuk menyambungkan bagian drainase yang masih terputus tersebut.
“Usulan anggaran untuk penyambungan saluran sudah kami ajukan. Secara keseluruhan panjang drainase di jalur itu sekitar dua kilometer, dan yang belum tersambung tersisa kurang lebih 366 meter. Pada tahun ini kami menargetkan bagian tersebut dapat diselesaikan agar aliran air dapat langsung menuju Sungai Karang Mumus,” ujarnya, pada Kamis (5/3/2026).
Ia menjelaskan, jika jaringan drainase tersebut telah terhubung secara menyeluruh, maka aliran air dari kawasan sekitar dapat mengalir lebih lancar ke sungai sehingga potensi genangan dapat berkurang secara signifikan.
Di sisi lain, Darmadi juga menyinggung keberadaan kolam retensi Sempaja Lestari Indah (SLI) yang dibangun sebagai bagian dari upaya pengendalian banjir di kawasan Sempaja.
Menurutnya, fasilitas tersebut saat ini belum berfungsi secara maksimal karena saluran keluar (outlet) belum sepenuhnya terhubung dengan sistem drainase utama.
Akibat kondisi tersebut, sebagian aliran air dari kawasan Padat Karya masih meluap menuju Jalan Wahid Hasyim dan kemudian memicu genangan di area Simpang Empat Sempaja.
“Apabila jaringan saluran telah terhubung secara optimal, aliran air akan terbagi ke beberapa jalur, termasuk menuju kawasan Ahim dan PM Noor. Dengan begitu diharapkan genangan yang selama ini terjadi di Simpang Empat Sempaja dapat berkurang,” jelasnya.
Selain itu, Dinas PUPR Samarinda juga masih melanjutkan pengembangan kolam retensi di kawasan Bengkuring. Namun pengerjaan tahap berikutnya masih menunggu proses pembebasan lahan yang hingga kini belum sepenuhnya rampung.
Darmadi menyebutkan, luas kolam retensi Bengkuring yang telah terbangun saat ini mencapai sekitar 16 hektare, sementara total luas yang direncanakan mencapai 27 hektare.
“Pembangunan lanjutan masih menunggu penyelesaian pembebasan lahan sekitar 11 hektare. Setelah itu, kami juga merencanakan penguatan tanggul agar lebih kokoh sehingga kapasitas tampungan air dapat dimaksimalkan,” pungkasnya.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar