“Apabila kanopi hanya dipasang pada satu sisi, maka kesimetrisan bangunan akan terganggu. Sementara jika dipasang di sisi lainnya, terdapat potensi aliran air justru mengarah ke bangunan sekitar,” jelasnya.
Selain pemasangan kanopi, opsi penutupan sebagian bukaan bangunan juga masuk dalam kajian. Namun, langkah ini dinilai berpotensi mengurangi pencahayaan alami di dalam area pasar, yang selama ini menjadi salah satu keunggulan desain Pasar Pagi Samarinda.
Seluruh alternatif penanganan tersebut, lanjut Desy, masih akan melalui evaluasi teknis secara menyeluruh sebelum disampaikan kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Wali Kota Samarinda untuk mendapatkan keputusan lebih lanjut.
“Kami akan melakukan kajian teknis secara komprehensif terlebih dahulu sebelum hasilnya disampaikan kepada TAPD dan Wali Kota untuk ditetapkan langkah lanjutan,” katanya.
Sementara itu, dari sisi pengelolaan aktivitas perdagangan, Dinas Perdagangan (Disdag) Samarinda telah melakukan peninjauan lapangan guna memastikan kondisi pedagang serta fasilitas pasar pascakejadian.
Kepala Disdag Samarinda, Nurrahmani, menyampaikan bahwa pihaknya telah menurunkan tim dan masih melakukan koordinasi lintas perangkat daerah terkait.
“Tim sudah turun ke lapangan dan saat ini masih dalam tahap koordinasi,” ujar Nurrahmani.
Peristiwa ini menjadi bahan evaluasi bagi Pemerintah Kota Samarinda untuk menyesuaikan desain dan pengelolaan bangunan publik agar lebih adaptif terhadap perubahan cuaca yang semakin sulit diprediksi.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar