Perangi Narkoba, Wawali Balikpapan Dorong Peran Aktif Duta Anti Narkoba 

oleh -
Penulis: Niken Sulastri
Editor: Ardiansyah
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo,saat menghadiri Pemilihan Duta Anti Narkoba Tahun 2026, di Gedung Kesenian Balikpapan, pada Minggu Malam (4/1/2026). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo,saat menghadiri Pemilihan Duta Anti Narkoba Tahun 2026, di Gedung Kesenian Balikpapan, pada Minggu Malam (4/1/2026). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN – Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menegaskan bahwa peran Duta Anti Narkoba sangat strategis dalam mendukung Program Bersinar (Bersih Narkoba) yang digagas Badan Narkotika Nasional (BNN)

 

Program tersebut merupakan gerakan perubahan sosial yang menempatkan desa, kelurahan, keluarga, dan komunitas sebagai benteng pertama pencegahan narkoba.

 

Menurut Bagus, jika Program Bersinar menjadi sistem dan ekosistem pencegahan narkoba, maka Duta Anti Narkoba adalah penggerak utamanya, khususnya di kalangan generasi muda. 

 

“Narkoba adalah musuh bersama yang tidak selalu datang dengan wajah menyeramkan, tetapi sering menyusup melalui pergaulan, rasa ingin tahu, tekanan sosial, hingga ruang digital,” ujarnya, saat menghadiri Pemilihan Duta Anti Narkoba Tahun 2026, di Gedung Kesenian Balikpapan, pada Minggu Malam (4/1/2026).

 

Ia menekankan bahwa perang melawan narkoba tidak cukup hanya mengandalkan penindakan hukum. Diperlukan pendekatan pencegahan yang persuasif, edukatif, dan inspiratif, yang mampu menyentuh anak muda dengan bahasa mereka sendiri. 

 

Di sinilah peran Duta Anti Narkoba menjadi sangat penting sebagai role model sekaligus agen perubahan.

Pemilihan Duta Anti Narkoba Tahun 2026, di Gedung Kesenian Balikpapan, pada Minggu Malam (4/1/2026). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Pemilihan Duta Anti Narkoba Tahun 2026, di Gedung Kesenian Balikpapan, pada Minggu Malam (4/1/2026). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

Bagus juga memaparkan kondisi terkini terkait penyalahgunaan narkoba di Kota Balikpapan. Pada tahun 2024, tercatat sebanyak 323 kasus narkoba dengan tingkat penyelesaian mencapai 100 persen, menjadikannya jenis kejahatan dengan peringkat tertinggi. 

 

Sementara itu, pada tahun 2025 jumlah kasus meningkat menjadi 339 kasus, atau naik sekitar 4,71 persen. 

 

“Data ini memberi pesan yang sangat jelas bahwa narkoba masih menjadi ancaman nyata dan serius, bahkan ketika jenis kejahatan lain menunjukkan tren penurunan,” tegasnya.

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.