Berita Nasional

Rosan Roeslani Prioritaskan Teknologi Teruji, Pemerintah Garap PSEL di 20 Wilayah

zoom-inlihat foto
CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Roeslani dalam konferensi pers bersama Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq di Gedung Danantara, Jakarta, Selasa (14/4/2026). FOTO :  ANTARA/Muhammad Baqir Idrus Alatas
CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Roeslani dalam konferensi pers bersama Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq di Gedung Danantara, Jakarta, Selasa (14/4/2026). FOTO : ANTARA/Muhammad Baqir Idrus Alatas

BorneoFlash.com, JAKARTA - Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Rosan Roeslani, menegaskan pihaknya memprioritaskan teknologi yang telah membuktikan kinerjanya dalam proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

Rosan membuka peluang bagi teknologi lain, tetapi tetap mengutamakan teknologi yang berbagai negara telah terapkan dengan sukses.

Dalam konferensi pers di Gedung Danantara, Jakarta, Rosan bersama Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyampaikan bahwa pemerintah menetapkan 20 wilayah aglomerasi di 47 kabupaten/kota sebagai prioritas investasi PSEL.

Presiden Prabowo Subianto meminta pemerintah memprioritaskan kota dan wilayah aglomerasi dengan timbulan sampah di atas 1.000 ton per hari dalam pengembangan PSEL.

Sebanyak 20 wilayah tersebut telah lolos tahap awal dan menerima surat keputusan resmi dari Kementerian Lingkungan Hidup.

Sementara itu, wilayah dengan timbulan sampah 500–1.000 ton per hari belum memenuhi syarat utama sesuai Peraturan Presiden. Hingga kini, tim gabungan mencatat tujuh wilayah aglomerasi di 26 kabupaten/kota masuk dalam kategori tersebut.

Rosan menegaskan pemerintah tetap membuka penggunaan teknologi alternatif selama proyek berjalan efektif, cepat, dan mendapat dukungan masyarakat, khususnya di sekitar lokasi pengolahan.

Ia juga menyatakan berbagai negara seperti Jepang, Korea Selatan, Belanda, dan China dapat memasok peralatan PSEL, sekaligus membuka peluang penggunaan produk dalam negeri. (*

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar