BorneoFlash.com, SAMARINDA - Kerusakan parah pada ruas Jalan Poros Kelay–Labanan di Kabupaten Berau kembali menjadi sorotan publik.
Jalur vital yang menghubungkan Kecamatan Kelay dan Labanan itu mengalami pergeseran badan jalan, longsor, serta lubang besar di banyak titik sehingga membahayakan pengendara.
Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Syarifatul Sya’diah, menegaskan bahwa kondisi tersebut sudah mencapai tahap kritis dan tidak boleh lagi dibiarkan tanpa penanganan.
Data menunjukkan, kerusakan berat tercatat sepanjang 140,4 kilometer, sementara kerusakan ringan sekitar 21,08 kilometer.
“Pada malam hari sering terjadi kendaraan tergelincir karena kondisi jalan yang naik turun dan dipenuhi lubang. Warga akhirnya memilih bepergian di siang hari demi mengurangi risiko,” jelasnya, pada Jumat (21/11/2025).
Syarifatul menambahkan bahwa sopir truk dan angkutan barang harus bergiliran melewati titik rawan karena kesalahan kecil dapat membuat kendaraan terperosok.
Keluhan yang ramai di media sosial disebutnya sesuai dengan kondisi lapangan yang sangat memprihatinkan.
Ia menegaskan bahwa jalan tersebut merupakan jalur utama mobilitas masyarakat dan distribusi logistik, sehingga kerusakan yang berlarut-larut akan berdampak langsung pada perekonomian Berau.
Walaupun kewenangan penanganan jalan berada di Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) dan bukan menggunakan APBD Kaltim, DPRD tetap mengambil langkah proaktif.
“Kami sudah turun langsung dan mendokumentasikan kondisi jalan. Laporan serta video sudah saya serahkan ke Gubernur dan Balai Jalan,” tegasnya.
Komisi III juga telah bertemu BPJN untuk mendorong percepatan pengalokasian anggaran perbaikan agar masyarakat tidak terus terdampak.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar